Berita DaerahKesra

Satgas Covid-19 Provinsi Bengkulu Instruksikan Puskesmas Gencar Sosialisasikan 3M

Bengkulu, hariandialog.co.id– Menyikapi angka warga terpapar covid-19 di Provinsi Bengkulu yang terus bertambah, Kepala Dinas Kesehatan  Provinsi Bengkulu yang juga ketua Satgas penanganan vovid-19, Herwan Antoni menegaskan penanganan dan pencegahan Covid-19 di provinsi Bengkulu dari berbagai aspek kesehatan. Terus dilakukan secara maksimal oleh Tim Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bengkulu.
Lebih spesifik Herwan menyampaikan, strategi penanganan Covid-19 telah dilaksanakan dengan menerapkan Tracing massive dan agresif pada kasus positif dan kontak erat, meningkatkan pemeriksaan pada semua populasi beresiko covid dan treatment dengan isolasi serta perawatan pasien.
“Jadi semua itu telah kita lakukan, untuk hasil yang lebih maksimal jelas membutuhkan peran aktif dari Gugus Tugas Covid-19 kabupaten/kota. Salah satunya melakukan pengambilan Swab minimal 0,35 persen dari jumlah penduduk,” jelasnya. 
Fokus pencegahan penyebaran Covid-19 lanjut Herwan,telah gencar dilaksanakan sosialisasi dan edukasi terkait disiplin protokol kesehatan penggunaan masker, cuci tangan dengan sabun dan air mengalir serta selalu menjaga jarak saat di tengah keramaian.
“Kita juga telah menginstruksikan kepada setiap Puskesmas dan kader-kader kesehatan untuk terus mensosialisasikan protokol kesehatan ke warga sekitar, ” tegasnya. 
Lanjut Herwan, untuk sosialisasi dan pelaksanaan vaksinasi Covid-19, telah dilakukan koordinasi kepada seluruh Dinas Kesehatan kabupaten/kota dan puskesmas se-Provinsi Bengkulu. Sembari menunggu petunjuk teknis dari Kementerian Kesehatan.
“Terkait vaksinasi, kita terus melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat, hanya saja hingga saat ini masih menunggu petunjuk teknis dari pusat,” sampainya.  
Untuk diketahui, berdasarkan data situasi terkini perkembangan Covid-19 dilansir dari covid19.bengkuluprov.go.id, Hingga pertengahan Desember 2020, jumlah kasus positif COVID-19 di Bengkulu sebanyak 2.182 dengan tingkat kesembuhan mencapai 1.555 orang dan tingkat kematian mencapai 86 kasus. Artinya warga yang terpapar meningkat namun angka kesembuhan juga tinggi. (hasanah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

kirim pesan
Trimakasih Telah Mengunjungi Website Kami