Hukum dan Kriminal

Penipuan Dengan Dalih Jual Mobil Sitaan KPK

Badung, hariandialog.co.id.- Made Budiarka alias Budi, 41, warga Perum Surya Indah Lestari No.12 Negara Kaja, Desa Sading, Mengwi, Badung, terpaksa diamankan polisi. 

Ia ditangkap setelah melakukan aksi kejahatan dengan modus mengaku sebagai ketua Komite Nasional Penyelamatan Aset Negara (Komnas Pan) Wilayah Bali dan menjual kurang lebih 20 unit mobil mewah bodong. 

Kapolres Badung AKBP Robi Sepriadi, Kamis (31/12) menyatakan, Budi diamankan dirumahnya pada 23 Desember 2020 lalu. 

Penangkapan tersangka ini, kata Robu berdasarkan laporan polisi Nomor.: LP-B / 296 / XII / 2020 / BALI / RES. BDG, Tanggal 23 Desember 2020.

Dalam laporan itu, I Nyoman Mustika dan I Made Arta Gunawan yang sama-sama warga Kedampal, Desa Abiansemal, Badung itu ditipu dan membeli dua mobil yang belakangan diketahui bahwa mobil tersebut merupakan mobil bodong yang ditarik oleh Debt Collector. 

“Jadi dia berkata bohong, tipu muslihat agar dipercayai korban,” beber Kapolres sembari mengatakan bahwa Budi dikenakan pasal 378 dengan ancaman maksimal 4 tahun.

Sementara itu, imbuh AKBP Robi, usai ditangkap, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti dari pelaku. 

Diantara barang bukti yang diamankan itu, yakni satu unit mobil merek Toyota Fortuner VRZ] warna hitam, Tahun 2019, Plat nomor DK 1401 UV; 1 lembar kwitansi pembayaran sebesar Rp Rp 265.000.000; Satu unit mobil Toyota Kijang Inova 2.4 V A/T warna hitam metalik, tahun 2019, No Polisi DK 1223 QI; dan Satu unit mobil merek Toyota Kijang Inova] warna putih, tahun 2018, DK 1635 UV.

“Tersangka menawarkan mobil kepada korban dengan harga relatif murah, adapun alasan tersangka menjual mobil adalah sitaan KPK atau lelangan dari Aset Negara,”terang Kapolres AKBP Robi. 

Selain itu, imbuh AKBP Robi, dari hasil pengembangan, selain mencatut nama KPK dan lembaga lelang negara. Tersangka juga mengaku mobil-mobil yang dijual adalah benar mobil tarikkan dari Debt collector atas nama Erwin yang beralamat di Sidatapa Buleleng. 

“Kami masih dalami keterangannya terkait Erwin. Kami masih dalami siapa itu Erwin. Intinya, karena tersangka mengaku-aku bekerja sebagai ketua Komite Nasional Penyelamatan Aset Negara Wilayah Bali para korban mau dan tergiur membeli mobil, imbuhnya. 

Adapun mobil-mobil yang di terima oleh tersangka dari Erwin sebanyak 20 unit dari bermacam-macam merek. 

Diantaranya Toyota Fortuner VZR, Toyota Inova Reborn, Toyota Yaris, Toyota Hiace, Mitsubhisi Expander , Toyota Avanza Veloz, dan Honda Jazz. 

“Tersangka menjual seluruh mobil tersebut di wilayah Abiansemal Badung. Kita masih melakukan pengembangan,” tukasnya. (jpos/redatu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

kirim pesan
Trimakasih Telah Mengunjungi Website Kami