Hukum dan Kriminal

Gubernur Sumbar Mahyeldi: Menghargai Proses Hukum Terhadap 8 ASN Dinas Pendidikan

Padang, hariandialog.co.id.-  Gubernur Sumbar Mahyeldi menyatakan
menghargai proses hukum yang menjerat 8 tersangka yang ditetapkan
dalam dalam kasus dugaan korupsi pengadaan alat praktik SMK di Dinas
Pendidikan Sumbar.

         Kerugian negara yang ditaksir mencapai Rp 5,5 miliar itu juga
melibatkan ASN di dinas tersebut. “Itu kewenangan kejaksaan, itu tentu
kita menghargai, dan kemudian prosedur yang (berjalan) secara hukum,
kita mendukung agar itu bisa berjalan,” kata Mahyeldi di Padang, Kamis
(30-5-2024).

          Dia berharap, segala sesuatunya berjalan lancar sesuai
ketentuan hukum yang berlaku. “Mudah-mudahan sesuatunya berjalan
lancar, dan kemudian apa yang diharapkan daripada semua kita
terlaksana dengan baik-baik,” jelas Mahyeldi.

Terkait ASN yang ditetapkan tersangka, Mahyeldi enggan berkomentar
banyak. “Ya kita kan belum tahu secara persis, ya, siapa nama itu, kan
(diumumkan) inisial,” kata Mahyeldi.

Terkait penonaktifkan para ASN yang menjadi tersangka, Mahyeldi masih
mempelajarinya, termasuk bantuan hukum.

“Biasanya (bantuan hukum) dari organisasi ya. Biasanya dari Korpri.
Kita lihat perkembangan kasusnya nanti,” pungkasnya tulis singgalang.

Sebelumnya, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumbar menetapkan 8 orang
tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan alat Sekolah Menengah
Kejuruan (SMK) di instansi Dinas Pendidikan (Disdik) Sumbar dengan
pagu anggaran sebesar kurang lebih Rp 18 miliar.

Dari 8 tersangka, terdapat 4 nama yang merupakan ASN dilingkungan
Pemprov Sumbar. (han)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

kirim pesan
Trimakasih Telah Mengunjungi Website Kami