
Parapat, hariandialog.co.id.- Para pengusaha pariwisata di seputaran Danau Toba, seperti penginapan hotel, homestay, travel, restaurant, kapal penyeberangan dan aneka permainan di danau, terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor.
Suasana perekonomian di seputar wilayah pariwisata mencerit. “Kami pengusaha perhotelan ikut merasakan dampak banjir. Biaya seperti gaji pegawai, pembayaran listrik dan lain-lain harus di keluarkan sementara pendapatan sangat mengerikan. Jadi kamipun terdampak,”ungkap salah seorang pegawai hotel di Parapat.
Padahal, lanjutnya, seperti tanggal sekarang 19 Desember yang perayaan Hari Natal tinggal 5 hari lagi, pesanan kamar hotel sepi. “Kita memiliki kamar cukup banyak tapi tamu yang datang mengjnap hanya 5 persen. Jadi benar benar kita turut terdampak. Coba seperti hari ini di 19 Desember banya 12 kamar yang terpakai. Jadi benar benar ikut kena imbasnya,” terang pegawai hotel lain.
Terus terang tamu hotel selama ini kebanyakan dari Sumbar, Aceh dan seputaran Tapanuli. “Kemungkinan tamu hotel terkena musibah bannjr dan ada juga takut keluar ke tempat wisata karena ketepatan suasana cuaca masih hujan. Jadi banyak kemungkinan kemungkinan angka penurunan kehadiran tamu,” kata pegawai hotel di seputaran pinggir danau toba Parapat.
Pemilik rumah makan di sepanjang jalan jalur utama Medan, juga menjerit. “Waduh menjual nasi paling banyak 20 piring. Padahal ini jalur satu.satunya kendaraan. Tapi kendaraan yang lalu lalang bisa dihitung, dan tentu yang singgah makan jarang sementara harus belanja. Jadj kita ikut korban dampak bencana banjir dan tanah longsor,” jelasnya dengan sedih dan akan pinjam uang ke Bank guna menambahi modal dagang.
Ungkapan sedikitnya tamu yang mengjnap juga diungkapkan, pegawai Hotel Niagara. “Kalau kita untung ada rombongan rapat anggota DPRD dari Labura. Kalau tidak ada itu, kemungkinan besar gaji kjta Desember bisa ditunda. Kan gaji pegawai diambil dari hasil pendapatan tamu yang menginap. Jadi benar-benar pengusaha penginapan ikut terdampak banjir bandang dan tanah longsor,” jelasnya. (tob)
