Jakarta,hariandialog.co.id – Selama kurun tahun 2025 ini, Jaksa Agung Prof. ST Burhanuddin lebih ‘gencar’ melakukan rotasi dan mutasi untuk pejabat eselon III dan II di lingkup Kejaksaan Republik Indonesia. Hal tersebut juga menjadi perbincangan di kalangan jaksa terkait begitu cepat dan gampangnya dilakukan rotasi dan mutasi.
Dimana melalui Surat Keputusan Jaksa Agung Republik Indonesia Nomor KEP-IV-1734/C/12/2025 tertanggal 24 Desember 2025, dilakukannya rotasi dan mutasi kepada 68 pejabat eselon III yang 43 merupakan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari).
Sebelumnya melalui Keputusan Jaksa Agung Nomor 1043 Tahun 2025 yang diteken pada 18 November 2025 juga melakukan rotasi dan mutasi untuk pejabat struktural eselon II. Padahal dari mereka yang dimutasi dan dirotasi baru menjabat beberara bulan sebagai pejabat struktural sudah kembali beralih tugas dan penempatan. Misalnya, Saiful Bahri Siregar, yang baru 16 hari menjabat Wakajati Sultra, kini dipindah menjadi Wakajati Jatim, I Putu Gede Astawa, yang baru menerima jabatan Wakajati Bali pada 17 Juli, belum sampai akhir tahun sudah digeser menjadi Direktur III bidang Intelijen.
Sedangkan Sunarwan yang baru sekitar 4 bulan menduduki posisi Wakajati Papua mendapat promosi sebagai Wakajati Bali. Dan sejumlah pejabat lainya.
Dalam Surat Keputusan Jaksa Agung Republik Indonesia Nomoir Kep-IV-1734/C/12/2025 tertanggal 24 Desember 2025 ini, 43 Kajari yang mendapat mutasi dan promosi adalah:
1. Fajar Gurindro sebagai Kajari Kabupaten Tangerang
2. Anggiat AP Pardede sebagai Kajari Pringsewu
3. Ryan Palasi sebagai Kepala Kajari Tanah Datar
4. I Gede Widhartama sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Ogan Komering Ilir
5. Lingga Nuarie sebagai Kajari Minahasa Utara (Sebelumnya sebagai Koordinator di Kejati Jateng)
6. Khristiya Luthfiasandi sebagai Kajari Blora
7. Asvera Primadona sebagai Kajari Prabumulih
8. Bagus Nur Jakfar Adi Saputro sebagai Kajari Kepahiang
9. Teuku Panca Adhyaputra sebagai Kajari Belitung
10. Banu Laksamana sebagai Kajari Cimahi
11. Erwin J sebagai Kajari Bulukumba
12. Hendro Wasisto sebagai Kepala Kajari Lamongan
13. I Gusti Ayu Agung Fitria Chandrawati sebagai Kajari Lombok Timur
14. Romulus Haholongan sebagai Kajari Blitar
15. Ridwan Sujana Angsar sebagai Kajari Medan
16. Rivo Chandra Makarupa Medellu sebagai Kajari Kota Kediri
17. B. Hermanto sebagai Kajari Ngawi
18. Rama Eka Darma sebagai Kajari Minahasa
19. Dino Kriesmiardi sebagai Kajari Nganjuk
20. Zulham Pardamean sebagai Kajari Barito Selatan
21. R. Indra Senjaya sebagai Kajari Klungkung
22. Rozano Yudistira sebagai Kajari Negeri Aceh Selatan
23. Conny Novita Sahatapy sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Pekalongan
24. I Putu Eka Suyantha sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Mimika
24. Krisdianto sebagai Kepala Kejalsaan Negeri Kabupaten Banjar
26. Fik Fik Zulrofik sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Bungo
27. Fadjar sebagai Kajari Malut
28. Gunawan Wisnu Murdiyanto sebagai Kajari Muara Enim
29. Sterry Fendy Andy sebagai Kajari Buton
30. Eka Nugraha sebagai Kajari Pelalawan
31. Janu Arsianto sebagai Kajari Seluma
32. Adam Saimima sebagai Kajari Jayapura
33. Nislianudin sebagai Kajari Sumenep
34. Topik Gunawan sebagai Kajari Jakarta Timur
35. Ema Siti Huzaemah Ahmad sebagai Kajari Musi Rawas
36. Erny Veronica Maramba sebagai Kajari Tasikmalaya
37. Farriman Isandi Siregar sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Pacitan
38. Hamidi sebagai Kajari Penukal Abab Lematang Ilir
39. Semeru sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi
40. Eben Ezer Mangunsong sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Sanggau
41. Budi Triono sebagai Kajari Kabupaten Hulu Sungai Utara Gantikan Albertinus Napitupulu
42. Abvianto Syaifulloh sebagai Kajari Bangka Tengah gantikan Padeli yangd itgetapkan tersangka gratifikasi.
43. Olan Laurance Hasiholan Pasaribu sebagai Kajari Kabupaten Gorontalo. (dbs/Het)
