Jakarta, hariandialog.co.id.– Direktur Umum Perum Bulog Ahmad Rizal
Ramdhani menekankan beras satu harga di seluruh Indonesia hanya
berlaku untuk program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP),
bukan jenis premium yang diproduksi swasta.
Rizal menjelaskan beras SPHP tersebut akan dijual ke pengecer
dari gudang Bulog seharga Rp11 ribu per kilogram (kg). Namun, pengecer
tetap menjualnya dengan harga eceran tertinggi (HET), yakni Rp12.500
per kg.
“Kami sudah menghitung dengan staf-staf kami bahwa untuk merencanakan
beras satu harga dari Sabang sampai Merauke adalah beras SPHP, bukan
beras premium,” ujar Rizal usai rapat koordinasi terbatas di kantor
Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta Pusat, Senin (12/1).
Ia juga memastikan harga penjualan dari gudang sudah
termasuk margin 7 persen yang telah disetujui. “Sudah, itu keluar
gudang, keluar gudang itu dari Gudang bulog, jadi konsumen atau mohon
maaf para pengecer itu mendapat keuntungan Rp1.500 (per kg),” jawab
Rizal.
Dalam rapat tersebut, sambung Rizal, pemerintah juga
dukungan dana tambahan untuk Bulog sebesar Rp39,1 triliun melalui
skema pinjaman Operator Investasi Pemerintah (OIP). Angka tersebut
untuk mendukung pengadaan cadangan pangan pemerintah (CPP) sebanyak 4
juta ton beras dan 1 juta ton jagung, tulis cnni. (abian-01)
