
JAKARTA, hariandialog.co.id – Pelatih Timnas Indonesia yang baru John Herdman menyampaikan komitmennya untuk membawa tim yang ditanganinya nanti ke level yang belum pernah dicapai sebelumnya. Ini menjadi tantangan dirinya saat menerima tawaran PSSI untuk menukangi skuaq ‘Merah Putih’ ke depannya.
Demikian disampaikan Herdman
saat PSSI resmi memperkenalkan dirinya sebagai pelatih timnas yang baru, di Jakarta pada Selasa (13-01-2026). Pelatih asal Inggris itu di kontrak selama dua tahun, menggantikan posisi Patrick Kluivert yang dipecat pada Oktober 2025 seusai gagal membawa Indonesia lolos kualifikasi Piala Dunia 2026.
Dia juga mengungkapkan keputusannya menerima tawaran melatih Indonesia, karena keyakinan bahwa sepak bola Indonesia telah siap melangkah lebih jauh. “Jadi saya akan membawa semangat saya, saya akan membawa pengalaman kualifikasi saya untuk membantu membawa negara ini ke tempat yang mudah-mudahan belum pernah dicapai sebelumnya,” kata Herdman.
Dalam acara perkenalan itu, Herdman juga menyatakan semangatnya sangat besar untuk prestasi timnas Indonesia. “Ini adalah perjalanan yang mengasyikkan datang ke sini bersama keluarga saya untuk melihat budaya baru, negara baru, pengalaman sepak bola yang baru,” ujarnya.
Herdman juga mengucapkan terima kasih kepada Erick Thohir (Ketua Umum PSSI) atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Menurut Herdman, dirinya dan timnas Indonesia sama-sama memiliki tujuan besar. “Namun yang lebih penting bagi masyarakat, bagi para penggemar, ketika saya melihat peluang di Indonesia, saya merasa sangat jelas bahwa kelompok penggemar ini, orang-orang ini, mereka layak berada di panggung tertinggi sepak bola dunia,” tambahnya.
Menurut Herdman dirinya memang memilih sebuah program kepalatihan yang terbaik bagi dirinya. Menangani timnas Indonesia merupakan pilihan yang tepat baginya.
Pelatih yang sukses membawa timnas putra dan putri Kanada tampil ke Piala Dunia ini, juga menegaskan bahwa paspor asal pemain (pemain lokal dan naturalisasi) bukanlah tolok ukur utama dalam membangun kekuatan tim nasional.
Dia menilai keberagaman latar belakang pemain, termasuk diaspora Indonesia di berbagai negara, justru menjadi kekuatan skuad Garuda.
Hal ini menjadi tantangan besar yang dihadapinya, yaitu menyatukan potensi pemain diaspora dengan talenta lokal dalam satu visi permainan.
Meski demikian, Herdman memandang perbedaan latar belakang bukan sebagai hambatan, melainkan aset yang harus dimaksimalkan.
Menurutnya budaya menerima keberagaman menjadi fondasi penting dalam membentuk tim yang solid dan kompetitif.
Itu dibuktikannya saat melatih timnas Kanada pada periode 2018 hingga 2023 yang dihuni pemain dari beragam latar belakang imigran. Saat itu, ruang ganti Kanada diisi pemain dengan akar Jamaika, Amerika Selatan, Eropa, hingga Inggris tanpa mengaburkan tujuan bersama.
Ditambahkannya bahwa kejelasan visi dan tanggung jawab kolektif menjadi kunci utama dalam membangun identitas timnas yang tangguh. Karena baginya seluruh pemain memiliki keistimewaan dan tanggung jawab yang sama untuk membela ‘Merah Putih’. (zal)
