
Langkat-hariandialog.co.id – Langkat,Sumatra Utara Proyek infrastruktur jalan yang berada di Kelurahan Harapan Jaya, Lingkungan III Jasa Makmur, Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat, menuai sorotan tajam dari warga.
Pasalnya, jalan yang dilapisi aspal hotmix dengan panjang lebih kurang 100 meter tersebut baru beberapa hari selesai dikerjakan, namun kondisinya kini sudah kupak-kapik dan mengelupas di sejumlah titik.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, proyek tersebut diduga menelan anggaran sekitar Rp400 juta. Namun ironisnya, tidak ditemukan papan plank proyek di lokasi pekerjaan. Kondisi ini memicu dugaan kuat dari masyarakat bahwa pekerjaan tersebut merupakan “proyek siluman”, karena tidak memenuhi asas transparansi sebagaimana diatur dalam ketentuan pengadaan barang dan jasa pemerintah.
“Baru beberapa hari selesai, aspalnya sudah hancur lebur,ucap warga setempat pada media Senin (5/1/2023),sere hari,”Kalau hujan sedikit saja, langsung terkelupas. Kami juga tidak tahu proyek ini dari dinas mana, anggarannya berapa, dan siapa rekanannya karena tidak ada papan informasi,” ujar salah seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya.
Pantauan wartawan menunjukkan, lapisan hotmix tampak tipis, agregat mulai terlepas, dan struktur badan jalan diduga tidak melalui tahapan pemadatan yang maksimal. Hal ini menimbulkan pertanyaan serius terkait kualitas pekerjaan serta kepatuhan terhadap spesifikasi teknis yang seharusnya ditetapkan oleh instansi berwenang.
Ketiadaan papan plank proyek dinilai melanggar prinsip keterbukaan informasi publik, (KIP) sekaligus menyulitkan masyarakat dalam melakukan pengawasan sosial.
Padahal, keberadaan papan proyek merupakan kewajiban untuk menjelaskan sumber anggaran, nilai kontrak, waktu pelaksanaan, serta pelaksana kegiatan.
Warga berharap aparat pengawas internal pemerintah (APIP), Inspektorat, hingga penegak hukum turun langsung ke lokasi untuk melakukan audit dan pemeriksaan menyeluruh. “Kami minta proyek ini diperiksa. Jangan sampai uang negara dihambur-hamburkan, sementara hasilnya tidak bisa dinikmati masyarakat,” tegas warga lainnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak kelurahan, kecamatan, maupun dinas teknis terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Langkat belum berhasil dikonfirmasi untuk memberikan penjelasan resmi terkait proyek tersebut.
Hingga saat ini,keterangan resmi dari pihak Kontraktor maupun,yang berkompeten,belum didapat,namun Media ini akan terus melakukan penelusuran dan membuka ruang hak jawab serta klarifikasi dari pihak-pihak terkait demi keberimbangan informasi dan kepentingan publik.
Reporter. (Gopal)
