Jakarta, hariandialog.co.id.-Presiden RI Prabowo Subianto
tidak hadir di acara Laporan Tahunan Mahkamah Agung di 2025 yang
diselenggarakan pada 10 Februari 2026 di Gedung Mahkamah Agung.
Padahal Gedung Mahkamah Agung bersebelahan dengan Istana Negara,
tempat Presiden Prabowo berkantor.
Banyak, hadirin yang bersepekulasi atas ketidak hadiran
Presiden RI Prabowo Subianto. Padahal, bila dirurut, setiap tahun bila
di adakan laporan tahunan MA kepala negara selalu hadir menghadiri
undangan dari Ketua MA.
Spekulasi ketidak hadirian Presiden RI Prabowo Subiantoa
da yang mengaitkan dengan empat hari sebelum acara hari H Laptah 2025
MA RI ada dua hakim yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)
yaitu I Ketut Made Wiantara yang menjabat sebagai Ketua Pengadilan
Negeri Depok, dan wakilnya Bambang Setiyawan bersama juru sita.
Dan ada juga yang berbisik, mungkin saja Presiden Prabowo
Subianto ada acara mendadak lebih penting dan urgen dari pada
menghadiri acara laoran tahunan 2025. “Yah kita positip tinking saja.
Ini semua serba kebetulan saja. Jadi jangan dipolitisirlah ketidak
hadiran RI 1,” kata salah seorang hakim asal tugas Sumatera.
Namun, ada yang langsung nyeletuk, yah mungkin ulah hakim
si sontoloyo Ketua dan wakil Ketua PN Depok. “Coba tinggal beberapa
hari lagi acara Laptah 2025, sok sok menerima uang suap. Yah,
akibatnya kita semua kecewa dan dikecewakan,” timpal hakim asal
Sulawesi Selatan itu.
Padahal, sebelumnya sudah konfom bahwa Presiden RI Prabowo
Subianto akan hadir dan untuk itu di pada pukul 10.42 ada tertera
susunan acara yaitu sambuan dari yang terhormat Presiden Republik
Indonesia.
Namun, saat MC memberitahukan bahwa sambutan Kepala Negera
Presiden RI Prabowo Subianto diwakilkan kepada Menteri Koordinator
Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra.
Sementara tamu lain sesuai undangan hadir diantaranya Jaksa Agung ST
Burhanuddin, Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi Saldi Isra, Gubernur Bank
Indonesia Perry Warjiwo, Ketua OJK Friderica Widyasari serta jajaran
Menteri Kabinet Merah Putih diantaranya Menteri HAM Natalius Pigai.
(tob)
