Surabaya, hariandialog.co.id.- Ledakan besar dilaporkan terjadi di kawasan ruko San Antonio, Pakuwon City, Surabaya, Selasa (6/10/2026) pagi. Kuatnya ledakan disebut terdengar hingga permukiman di sekitar lokasi dan membuat sejumlah bangunan bergetar.
Informasi awal yang beredar di lokasi menyebutkan terdapat sejumlah orang yang menjadi korban dalam kejadian tersebut. Jumlah korban sementara diperkirakan sekitar empat hingga lima orang. Namun, data tersebut masih menunggu konfirmasi dari petugas yang melakukan penanganan di lokasi.
Ledakan disebut terjadi di salah satu bangunan ruko di kawasan San Antonio, Pakuwon City, Surabaya, Jawa Timur. Warga di sekitar lokasi merasakan getaran cukup kuat saat ledakan terjadi. Beberapa saksi juga melaporkan suara dentuman keras yang membuat warga bergegas mencari sumber suara.
Hingga berita ini ditulis, penyebab ledakan belum diketahui. Belum dapat dipastikan apakah peristiwa tersebut berkaitan dengan kebocoran gas, instalasi listrik, material tertentu, atau faktor lain. Penentuan penyebab ledakan masih menunggu pemeriksaan petugas.
Kondisi bangunan yang terdampak juga masih dalam proses pendataan. Ledakan dilaporkan menyebabkan kerusakan pada bagian bangunan ruko. Besarnya dampak kerusakan dan bangunan yang terdampak belum dapat dipastikan secara menyeluruh.
Petugas dan tim penanganan dilaporkan bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemeriksaan serta penanganan terhadap kemungkinan korban. Area di sekitar lokasi juga berpotensi diamankan untuk mencegah warga mendekati bangunan yang terdampak.
Informasi mengenai korban menjadi salah satu perhatian utama dalam penanganan awal. Jika terdapat korban luka, mereka akan membutuhkan pemeriksaan dan penanganan medis lebih lanjut. Sementara itu, kondisi masing-masing korban belum dapat dipastikan berdasarkan informasi awal yang beredar.
Peristiwa tersebut sontak membuat warga sekitar panik. Suara ledakan yang cukup keras dan getaran yang dirasakan dari bangunan di sekitar lokasi membuat warga keluar dari rumah dan mencari tahu kejadian yang berlangsung.
Sejumlah informasi mengenai ledakan kemudian beredar melalui warga dan media sosial. Namun, informasi tersebut masih bersifat awal sehingga jumlah korban maupun detail kerusakan belum dapat dijadikan data final.
