
PERCUT SEI TUAN, hariandialog.co.id. – Aksi premanisme diduga terjadi di Alun-Alun Kantor Camat Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang. Kali ini korbannya seorang wartawan media online yang sedang membawa anaknya minggu 11 Oktober 2026.
Peristiwa itu dialami Junaedi, wartawan media online di Kota Medan. Ia mengaku diancam, dipukul dan ditendang oleh dua orang yang diduga preman pengelola parkir di lokasi tersebut.
Kejadian tersebut diduga buntut dari pemberitaan sebelumnya terkait pengelolaan parkir di Alun-Alun Percut Sei Tuan yang sempat viral.
“Ngeri ya ada preman di Alun-Alun Kantor Camat Percut. Bawa anak aku tadi. Macam mau makan orang yang kemaren itu viral. Dua orang lawan satu, wartawan bawa anak tega orang itu mukuli,” ujar Junaedi kepada awak media dengan nada trauma.
“Cabut cabut kau, mati kau disini nanti, bikin susah kami aja kau, sambil dipukul, ditendang, diancam,” tiru Junaedi menirukan ucapan preman tersebut.
Menurutnya, dua orang pelaku datang menghampirinya secara beringas sesaat setelah ia berada di kawasan Alun-Alun. Tanpa banyak bicara, keduanya langsung melakukan pemukulan dan tendangan sambil melontarkan ancaman pembunuhan.
Ironisnya, aksi kekerasan itu dilakukan saat korban sedang bersama anaknya, sehingga membuat anaknya ketakutan.
Padahal, Alun-Alun Percut Sei Tuan yang berada tepat di depan Kantor Camat Percut Sei Tuan tersebut merupakan fasilitas publik milik pemerintah yang seharusnya aman dan nyaman bagi warga.
Atas kejadian ini, Junaedi meminta kepada Camat Percut Sei Tuan, Kapolsek Percut Sei Tuan, dan Polresta Deli Serdang untuk segera menertibkan preman yang berkeliaran di kawasan kantor pemerintahan tersebut.
“Wartawan saja dipukuli apalagi masyarakat biasa. Ini kantor camat, harusnya steril dari preman. Saya minta Polisi segera tangkap pelakunya,” tegasnya.
Terpisah Bupati Deli Serdang dr H Asri Ludin Tambunan saat dikonfirmasi wartawan terkait fasilitas parkir yang dikutip oknum preman akan menindak lanjuti.
“Tidak ada surat edaran camat atau pegawai kecamatan kutipan parkir, bisa bisa oknum tidak jelas itu kita arahkan ditangkap saja nanti.”Tegas Bupati.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Kecamatan Percut Sei Tuan dan pengelola Alun-Alun belum memberikan keterangan resmi. Kasus ini rencananya akan segera dilaporkan ke pihak kepolisian.( Emmar)
