Jakarta, hariandialog.co.id.- Direktur Utama PT Pertamina (Persero)
Simon Aloysius Mantiri mohon maaf atas kelangkaan bahan bakar minyak
(BBM) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang terjadi di
Bali.
Antrian di setiap SPBU terlihat bukan hanya untuk jenis BBM
Pertalex tapi juga solar. Tampak truk dan bus atau angkutan umum
lainnya mengulir antri di setiap SPBU. “Kami harus sabar menunggu
daripada mogok di jalanan. Dan ditempat lain belum tentu ada. Jadi
kita antri,” kata salah seorang kondektur Bus jurusan Denpasar –
Malang.
Bahkan, SPBU yang ada di jalan Puputan, Denpasar Bali, jam 18.30 sudah
tutup karena sudah kosong tangki BBM yang ditanam di dalam tanah.
“Yah, kita buka besok kita buka sekitar pukul 08.00. Disamping BBM
sudah menipis dan jadwal kedatangan belum jelas. Jadi kita tutup lebih
awal dan buka agak lama. Maklum ada juga Carr Free Day sebagai alasan
kepada konsumen,” jelas petugas di SPBU jalan Puputan seberang sebuah
hotel bintang 4.
Rizkawati warga Jati Padang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, mengaku
kesal menunggu antrian panjang hanya untuk mengisi kendaraan rental
saat berlibur di Bali. “Kita menyaksikan SPBU arah ke Tabanan, juga ke
Ubud, Tanah Lot yah SPBU terlihat antrian panjang dan terkhusus sepeda
motor. Jadi kita di Bali sejak hari Kamis, hingga Minggu, serba
was-was akan BBM untuk kendaraan,” katanya saat di temui di sebuah
hotel di Jalan Puputan.
Sementara itu, Dirut Pertamina Simon Aloysius Mantiri menjelaskan
Ada kendala distribusi yang dipicu oleh kendala teknis di salah satu
kapal pengangkut saat proses bongkar muat logistik BBM. Gangguan pada
bagian jangkar kapal membuat jadwal sandar dan bongkar muat yang
semula direncanakan Senin (12/10/2026) pukul 06.30 pagi, mundur
sekitar pukul 22.00 dilansir dari Antara.
Selain itu, Bos Pertamina juga mengakui adanya faktor
peningkatan konsumsi masyarakat Bali terhadap produk BBM bersubsidi
akibat disparitas harga yang cukup jauh di pasaran. Lonjakan
penggunaan tersebut turut memengaruhi dinamika ketersediaan di tingkat
penyaluran bawah. “Ya, tentunya memang salah satu karena Pertalite ya,
itu kan yang subsidi, jadi ada porsi peningkatan penggunaan BBM
bersubsidi tapi sekali lagi ini hanya salah satu faktor dan tentunya
kita harus melihat secara keseluruhan,” kata Simon usai rapat bersama
Gubernur Bali di Denpasar, Selasa (13/10/2026), (halim-01)
