
Dr. Joko Satrio, SpM
Katarak dapat membuat penglihatan terasa berkabut, warna terlihat
lebih kusam, atau cahaya lampu terasa lebih menyilaukan, terutama saat
berkendara di malam hari. Seiring waktu, aktivitas seperti membaca,
bekerja, atau mengenali wajah orang dari kejauhan pun bisa menjadi
lebih sulit. Ketika kondisi ini mulai mengganggu kualitas hidup,
dokter spesialis mata dapat merekomendasikan operasi katarak.
Salah satu teknologi yang digunakan dalam operasi katarak modern
adalah laser CATALYS™. Meski terdengar canggih, banyak orang masih
bertanya-tanya apakah seluruh operasi dilakukan dengan laser dan apa
bedanya dengan operasi katarak biasa. Sederhananya, CATALYS™ merupakan
teknologi yang membantu dokter melakukan beberapa tahapan operasi
dengan lebih presisi, tetapi seluruh tindakan tetap direncanakan dan
dilakukan oleh dokter spesialis mata.
Apa Itu Katarak dan Mengapa Perlu Dioperasi?
Katarak terjadi ketika lensa alami mata yang seharusnya jernih menjadi
keruh. Padahal, lensa ini memiliki peran penting untuk memfokuskan
cahaya ke retina agar penglihatan tetap tajam. Ketika lensa mulai
mengeruh, cahaya tidak dapat masuk dengan optimal sehingga penglihatan
terasa buram, berkabut, tampak lebih redup, atau silau saat melihat
sumber cahaya.
Pada tahap awal, sebagian keluhan mungkin masih dapat dibantu dengan
penggunaan kacamata, pencahayaan yang lebih baik, atau penyesuaian
aktivitas. Namun, perlu diketahui bahwa katarak tidak dapat
disembuhkan dengan obat tetes mata, vitamin, maupun latihan mata. Jika
sudah mengganggu aktivitas sehari-hari, operasi merupakan satu-satunya
cara untuk mengangkat lensa yang keruh tersebut.
Melalui operasi katarak, dokter akan mengangkat lensa alami yang telah
keruh, kemudian menggantinya dengan lensa buatan yang disebut lensa
intraokular (Intraocular Lens/IOL). Jenis dan kekuatan IOL dipilih
berdasarkan hasil pemeriksaan mata, kondisi masing-masing pasien,
serta kebutuhan penglihatannya setelah operasi.
Apa Itu Laser CATALYS™?
Operasi katarak kini dapat dilakukan dengan bantuan laser pada tahapan
tertentu, salah satunya menggunakan sistem CATALYS™. Teknologi ini
membantu dokter melakukan beberapa langkah operasi dengan lebih
presisi sesuai kondisi mata setiap pasien.
CATALYS™ menggabungkan femtosecond laser dan Optical Coherence
Tomography (OCT). Femtosecond laser bekerja dengan denyut sangat
singkat untuk memisahkan jaringan pada titik yang telah direncanakan,
bukan untuk “membakar” mata. Sementara itu, OCT menghasilkan gambaran
detail struktur mata, seperti kornea, kapsul lensa, dan posisi lensa
katarak.
Kombinasi keduanya membantu dokter merencanakan tindakan secara lebih
terukur. Meski menggunakan bantuan teknologi, seluruh keputusan tetap
berada di tangan dokter spesialis mata. Lalu, bagaimana CATALYS™
digunakan dalam setiap tahap operasi katarak? Simak penjelasannya
berikut ini.
Cara Kerja Laser CATALYS™ dalam Operasi Katarak
Operasi katarak dengan bantuan laser tetap diawali dengan pemeriksaan
menyeluruh. Dokter akan menilai kondisi katarak, kornea, pupil,
retina, tekanan bola mata, serta kebutuhan penglihatan pasien. Tidak
semua pasien cocok menjalani prosedur ini, sehingga keputusan tetap
ditentukan berdasarkan hasil pemeriksaan.
Secara umum, berikut tahapan penggunaan laser CATALYS™ dalam operasi katarak.
1. Mata Dipetakan dengan Pencitraan 3D
Sistem CATALYS™ menggunakan OCT untuk memetakan struktur mata,
termasuk kornea, kapsul lensa, dan posisi lensa katarak. Hasil
pencitraan ini menjadi “peta” bagi dokter dalam merencanakan tindakan.
2. Dokter Menyusun Rencana Operasi
Berdasarkan hasil pemetaan, dokter menentukan ukuran bukaan kapsul,
pola pemecahan lensa, serta sayatan kornea bila diperlukan. Rencana
ini disesuaikan dengan kondisi setiap mata.
3. Laser Membuat Bukaan pada Kapsul Lensa
Laser membantu membuat bukaan melingkar pada kapsul lensa agar lensa
yang keruh dapat diangkat. Bukaan dibuat sesuai ukuran dan posisi yang
telah direncanakan sebelumnya.
4. Laser Memecah Lensa Katarak
Lensa katarak kemudian dipecah menjadi bagian-bagian kecil agar lebih
mudah dikeluarkan. Setelah itu, dokter tetap mengangkat material lensa
menggunakan teknik phacoemulsification. Pada beberapa kasus, bantuan
laser dapat mengurangi kebutuhan energi ultrasonik.
5. Laser Membantu Membuat Sayatan Kornea
Laser juga dapat digunakan untuk membuat sayatan kecil pada kornea
sebagai akses selama operasi. Pada pasien tertentu, sayatan tambahan
dapat dipertimbangkan untuk membantu mengelola astigmatisme ringan.
6. Lensa Keruh Diganti dengan Lensa Buatan
Setelah lensa katarak diangkat, dokter memasang lensa intraokular atau
IOL. Jenis lensa dipilih berdasarkan kondisi mata, aktivitas, dan
kebutuhan penglihatan pasien setelah operasi.
Apa Kelebihan Operasi Katarak dengan Laser?
Banyak pasien bertanya apakah operasi katarak dengan laser selalu
lebih baik dibandingkan operasi katarak konvensional. Jawabannya,
belum tentu. Setiap mata memiliki kondisi yang berbeda sehingga metode
operasi yang paling sesuai pun bisa berbeda pada setiap orang.
Yang menjadi keunggulan teknologi laser adalah kemampuannya membantu
dokter pada beberapa tahapan yang membutuhkan ketelitian tinggi,
seperti memetakan struktur mata, membuat bukaan pada kapsul lensa,
hingga memecah lensa katarak sebelum diangkat. Dengan bantuan
pencitraan yang detail, dokter dapat merencanakan tindakan secara
lebih terukur sesuai kondisi mata pasien.
Pada beberapa kasus, penggunaan laser juga dapat membantu mengurangi
energi ultrasonik yang diperlukan saat mengangkat lensa katarak.
Namun, operasi katarak konvensional dengan teknik phacoemulsification
juga telah lama menjadi prosedur yang aman dan efektif. Karena itu,
pilihan terbaik bukan ditentukan oleh teknologinya semata, melainkan
oleh kondisi mata dan hasil pemeriksaan dokter.
Apakah Operasi Katarak dengan Laser Aman?
Merasa khawatir sebelum menjalani operasi adalah hal yang sangat
wajar. Kabar baiknya, operasi katarak merupakan salah satu prosedur
bedah mata yang telah banyak dilakukan dan terus berkembang seiring
kemajuan teknologi.
Meski demikian, tidak ada tindakan medis yang benar-benar tanpa
risiko. Seperti operasi katarak pada umumnya, prosedur dengan bantuan
laser tetap memiliki kemungkinan terjadinya komplikasi, seperti
infeksi, peradangan, peningkatan tekanan bola mata, atau proses
penyembuhan yang berbeda pada setiap pasien.
Karena itu, pemeriksaan sebelum operasi menjadi langkah yang tidak
boleh dilewatkan. Dokter akan memastikan kondisi kornea, retina,
ukuran pupil, hingga kesehatan mata secara keseluruhan untuk
menentukan apakah operasi katarak dengan bantuan laser merupakan
pilihan yang tepat bagi Anda.
Kapan Sebaiknya Berkonsultasi dengan Dokter?
Banyak orang baru memeriksakan mata ketika penglihatannya sudah
benar-benar mengganggu. Padahal, semakin cepat penyebab gangguan
penglihatan diketahui, semakin mudah dokter menentukan penanganan yang
sesuai.
Jika penglihatan mulai terasa buram, sering silau saat melihat lampu,
kacamata tidak lagi membantu, atau membaca dan berkendara terasa
semakin sulit, sebaiknya jangan menunda pemeriksaan. Begitu juga bila
Anda memiliki diabetes, riwayat cedera mata, atau pernah menjalani
operasi mata sebelumnya.
Melalui pemeriksaan menyeluruh, dokter dapat memastikan apakah keluhan
tersebut memang disebabkan oleh katarak atau kondisi mata lainnya.
Bila operasi diperlukan, dokter juga akan menjelaskan pilihan metode
yang paling sesuai dengan kondisi dan kebutuhan Anda.
Sebelum dan Setelah Operasi Katarak dengan Laser, Apa yang Perlu Diperhatikan?
Sebelum operasi katarak, dokter akan melakukan pemeriksaan mata secara
menyeluruh, mulai dari ketajaman penglihatan, tekanan bola mata,
kondisi kornea dan retina, hingga pengukuran untuk menentukan kekuatan
lensa buatan yang akan digunakan. Jangan lupa sampaikan riwayat
penyakit maupun obat-obatan yang sedang dikonsumsi, termasuk bila Anda
memiliki diabetes, hipertensi, glaukoma, atau mata kering. Informasi
ini membantu dokter merencanakan tindakan yang paling sesuai dengan
kondisi mata Anda.
Setelah operasi, penglihatan mungkin belum langsung terasa jernih
karena mata masih memerlukan waktu untuk beradaptasi dan menjalani
proses penyembuhan. Ikuti petunjuk dokter mengenai penggunaan obat
tetes, jadwal kontrol, serta aktivitas yang perlu dibatasi selama masa
pemulihan.
Bila setelah operasi muncul nyeri hebat, mata sangat merah,
penglihatan mendadak menurun, atau terlihat kilatan cahaya maupun
bayangan seperti tirai, segera hubungi dokter. Penanganan sedini
mungkin dapat membantu mencegah komplikasi dan mendukung proses
pemulihan yang optimal, rils. (tobing-01)
