
Denpasar-hariandialog.co.id
Pangkalan ‘nakal’ kembali ditemukan saat pelaksanaan inspeksi mendadak (sidak) dilakukan Pemerintah Provinsi Bali bekerja sama dengan Pertamina dan Hiswana Migas di Denpasar, Senin (3/3).

Koordinator Tim Pengawasan Terpadu Disperindag Provinsi Bali, I Wayan Pasek Putra, mengungkapkan, dari lima pangkalan yang disidak, tiga diantaranya dianggap bermasalah serius.
“ Pertama, ada pangkalan terdaftar dalam sistem, tetapi ketika dicek tim, tidak ditemukan aktivitas apa pun. Selain itu, ada satu pangkalan aktif masih memasang Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp14.500. Artinya, agen yang membawahi pangkalan tidak pernah melakukan pembinaan,” jelasnya.
Selain itu, tidak ditemukan tabung LPG di pangkalan, sementara penyaluran LPG 3 kg dari agen masih berlangsung. Ke mana LPG tersebut disalurkan masih didalami Pertamina Patra Niaga dan Disperindag Provinsi Bali.
“Kami dari tim satgas sudah membuat surat pernyataan bermaterai ditandatangani pangkalan-pangkalan yang tidak tertib,” imbuh Pasek Putra.Ia menyebut jumlah pangkalan LPG di Kota Denpasar mencapai 953, jatah maksimal 50 tabung LPG per hari untuk masing-masing pangkalan. Dengan jumlah tersebut, seharusnya pasokan LPG 3 kg mencukupi kebutuhan masyarakat di Kota Denpasar.
Sales Branch Manager IV Bali Pertamina, Zico Aldillah Syahtian, menjelaskan baik agen maupun pangkalan LPG 3 kg yang tidak tertib adikenakan sanksi tegas hingga Pemutusan Hubungan Usaha (PHU). Ia menegaskan alamat pangkalan yang terdaftar harus sesuai dengan kondisi sebenarnya.
“Jangan sampai alamatnya ada, tetapi tidak ada aktivitas yang berlangsung. Selain itu, papan nama pangkalan juga harus ditempatkan di lokasi yang mudah dilihat masyarakat, agar mereka mengetahui keberadaan pangkalan LPG 3 kg di sekitar mereka,” ujarnya.
Anggota Tim Pengawasan Terpadu Disperindag Provinsi Bali, I Nyoman Kelapa Diana, mengungkapkan, sidak dilakukan sesuai dengan amanat Undang-Undang Perlindungan Konsumen Nomor 8 Tahun 1999. Tujuannya, untuk melindungi hak-hak konsumen mengkonsumsi barang serta memastikan distribusi LPG 3 kg tepat sasaran dan berjalan lancar.
“Terkait temuan di lapangan, kami langsung menyampaikannya kepada pihak Pertamina Patra Niaga dan Hiswana Migas untuk segera ditindaklanjuti,” pungkasnya.( NL )
