Jakarta, hariandialog.co.id.- Pemerintah disebut menyulitkan
Masyarakat yang ingin mendapatkan uang baru pecahan kecil atau receh
buat bagi-bagi saat lebaran di Hari Raya Idul Fitri 1446 H/2025.
“Saya ke Bank Mandiri yang di IPM Kalibata di belakang
Kalibata Mall tempat biasa saya nabung dan menarik uang di anjungan
tunai mandiri. Petugas menyebutkan harus disisi dengan handphone
melalui aplikasi pintar bi.go.id,” kata si Ibu menceritakan keluhannya
ke redaksi Dialog.
Terus terang, kata si Ibu warga Rawajati, Pancoran,
Jakarta Selatan, mengaku tidak punya handphone yang bisa menggunakan
aplikasi karena kerendam air saat banjir. “Jadi saya harus bagaimana
kalau begini. Mau pulang kampung ke Jawa saja sudah hemat hemat.
Namun, karena sudah terbiasa bagi-bagi uang kalau pulang kampung
walaupun pecahan lima ribu tapi baru dan harus,” jelas si Ibu yang
mengaku Bernama Sartini, asal Jepara, Jawa Tengah.
Dulu, lanjut Wanita berusia lima puluh tiga tahun itu,
cukup enak dan praktis. Datang ke bank, isi nominal yang mau di tukar
dan permintaan pecahan uang berapa, tunggu giliran karena ramai, dan
selesai. Tapi kalau sekarang ini benar benar dipersulit. “Kan uang
kita rakyat ini. Hanya mau nukar pecahan yang baru saja, bukan minta
tambah,” terangnya.
Sementara itu ketika dipertanyakan ke Bank Mandiri yang
disebut si Ibu, wartawan mencoba cari tahu dan benar harus sesuai
prosedur yang ditetapkan Bank Indonesia. “Isi dulu pak formnya. Tapi
untuk kantor ini sudah tutup karena sudah penuh sesuai dengan jatah
uang yang nantinya akan dikirim. Jadi tiap-tiap bank punya limit batas
jumlah uang baru,” kata sang petugas Satpam mewakili pihak bank,
sambil menyebutkan penukaran uang yang menggunakan mobil keliling
hanya ada di Masjid Al-Azhar yang di Jalan Sisingamaraja, untuk
Jakarta Selatan. (horas-01).
