Jakarta, hariandialog.co.id. – Mahasiswi Institut Teknologi Bandung
(ITB) berinisial SSS ditangkap karena mengunggah foto wajah Presiden
Prabowo Subianto dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dengan
maksud menjelekkannya (meme). Anggota Komisi III DPR RI Jazilul Fawaid
berharap kasus ini ditangani hati-hati.
“Saya berharap kasus ini ditangani dengan hati-hati agar tidak
memunculkan gejolak dari mahasiswa lainnya atau muncul citra negatif
pada pemerintahan,” ujar Jazilul kepada wartawan, Senin, 12 Mei 2025.
Ia setuju usulan Kepala Kantor Komunikasi Presiden atau
President Communication Office (PCO), Hasan Nasbi, bahwa mahasiswi ITB
tersebut dibina saja. Meski begitu, bila ada unsur pidana, Jazilul
menyerahkan sepenuhnya kepada kepolisian. “Saya lebih setuju dilakukan
pembinaan sebab yang bersangkutan sedang kuliah,” jelasnya.
Sebelumnya, Hasan Nasbi merespons soal mahasiswi ITB yang
ditangkap setelah membuat dan mengunggah meme foto wajah Presiden
Prabowo dengan Jokowi. Hasan mengusulkan mahasiswa itu lebih baik
dibina. “Kalau dari pemerintah, itu kalau anak muda, ya mungkin ada
semangat-semangat yang telanjur, ya mungkin lebih baik dibina ya,
karena masih sangat muda, bisa dibina, bukan dihukum gitu,” kata Hasan
di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (10/5/2025).
Hasan menyebut para mahasiswa yang selama ini bersemangat
memberikan kritik harus diberi pemahaman dan pembinaan kecuali ada
indikasi melakukan perbuatan pidana. Ia menekankan Indonesia negara
demokrasi.
ITB sendiri buka suara soal mahasiswanya yang ditangkap. ITB
kini tengah berkoordinasi dengan berbagai pihak. “Institut Teknologi
Bandung menanggapi pemberitaan mengenai penangkapan mahasiswi Fakultas
Seni Rupa dan Desain (FSRD) oleh kepolisian, terkait pengunggahan meme
melalui media sosial. Dengan ini kami sampaikan: ITB telah
berkoordinasi secara intensif dan bekerja sama dengan berbagai pihak,”
ujar Direktur Komunikasi & Humas Institut Teknologi Bandung Nurlaela
Arief dalam keterangannya, Jumat, 9 Mei 2025, tulis dtc.
(dika/bian-01)
