Jakarta yang tahun lalu adalah masih ibu kota negara
republik Indonesia. Setelah ada IKN, Jakarta mau berdiri sendiri untuk
kemajuannya dengan berbagai strategi guna mewujudkan cita-cita warga
Jakarta terbebas dari banjir.
Bahkan, setiap pemilihan Kepala Daerah, masalah banjir
sering di umbarkan oleh para calon. Disampaikan para calon bagaimana
mengatasi banjir dan bagaimana agar Jakarta yang disebut kota bisnis
dan wisata terbebas dari banjir.
Pemerintah Provinsi Jakarta selama ini telah berupaya
dengan berbagai program yang langsung dilaksakan seperti pengerukan
kali Ciliwung, Kali Ciliwung di sodet hingga ke banjir kanal timur
(BKT), pembuatan sumur resapan dan pelobangan jalan dengan isitilah
pori-pori dan penurapan kali Ciliwung. Tapi Jakarta tetap banjir
terkhusus Jalan Kebon Nanas, Jakarta Timur, yang hujan ringan saja
banjir.
Jadi warga Masyarakat masih menunggu dan menanti di Hari
Ulang Tahun Jakarta yang keberapa tidak ada banjir di jalan raya
ataupun di pemukiman. Sebab, Jakarta sudah berusia 498 tahun dan
dirayakan kemarin, 22 Juni 2025, sang Gubernur Pramono Anung, terpilih
dan sudah mengemban tugas atau berkarya di Jakarta 100 hari, tapi
masih heboh dengan banjir.
Gubernur Jakarta Pramono Anung menyebut sudah menyiapkan
langkah untuk mengatasi persoalan banjir di Jakarta. Salah satunya
melalui penetapan lokasi (penlok) untuk normalisasi Kali Ciliwung.
Padahal, setiap kepala daerah selalu mencari terobosan untuk mengatasi
agar tidak ada lagi banjir. Tapi kenyataannya banjir masih menghantui
warga yang selama ini terkena banjir dan masih tetap.
Banjir yang menjadi musuh warga ada dua asal usulnya.
Pertama hujan yang terus menerus mengguyur Jakarta sudah pasti banjir.
Kedua di Jakarta dan sekitarnya tidak ada hujan tapi kiriman air terus
menerus dan besar lagi dari hilir Depok, dan Bogor, sudah pasti
pemukiman warga tergenang banjir.
Begitu juga di sisi pinggiran Jakarta tepatnya di hulu,
sering banjir. Namun, banjir di hulu dikarenakan pasangnya air laut
atau disebut ‘rob”. Luapan air laut ke Jakarta sudah pasti tidak dapat
ditahan dan pasti menjadikan beberapa Rukun tetangga (RT) dan rukun
warga (RW) di beberapa kelurahan tergenang air masuk dari laut menuju
daratan karena sudah lebih rendah daratan dari lautan makanya air
masuk.
Untuk itu, warga yang selama ini selalu kebanjiran baik
dampak dari hujan local maupun air kiriman berangan-angan pada Hari
Ulang Tahun Jakarta keberapa tidak ada lagi banjir, apakah nanti di
HUT ke – 500 tahun atau belum dan tidak jelas.******
