Jakarta, hariandialog.co.id.– — BPJS Kesehatan mencatat rumah sakit
yang bergabung menjadi fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjutan
(FKRTL) atau RS rujukan mencapai 1.513, terhitung sejak program JKN
berjalan pada 2014 silam.
Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti mengatakan pertumbuhan
tersebut menunjukkan sektor kesehatan semakin menarik bagi investasi,
khususnya pembangunan RS. “FKRTL atau Fasilitas Kesehatan Rujukan
Tingkat Lanjut, tumbuhnya 1.513 setelah ada BPJS,” ujar Ghufron dalam
Rapat Kerja bersama Komisi IX DPR RI di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu,
12-02-2026.
Ia mengungkapkan mayoritas fasilitas rujukan yang bekerja
sama dengan BPJS Kesehatan merupakan milik swasta, yakni mencakup 65,8
persen dari RS rujukan.
Menurut Ghufron, kehadiran JKN memberikan kepastian pasar
bagi pelaku usaha kesehatan, sehingga mendorong minat investasi di
sektor rumah sakit. Bahkan, sejumlah RS berorientasi profit yang
sebelumnya belum tertarik bekerja sama, kini mulai bergabung menjadi
mitra BPJS Kesehatan. “Dulu, waktu kami masuk itu, beberapa rumah
sakit yang profit oriented hospital itu tidak begitu tertarik kerja
sama BPJS. Sekarang hampir semua sudah tertarik untuk kerjasama,”
katanya.
Ia menambahkan pertumbuhan fasilitas kesehatan yang menjadi
mitra BPJS tersebut tidak hanya berdampak pada perluasan akses
layanan, tetapi juga berkontribusi terhadap pergerakan ekonomi daerah
melalui pembangunan infrastruktur kesehatan. “Artinya rumah sakit itu
menarik untuk investasi, untuk pertumbuhan ekonomi,” tambah Ghufron.
Untuk mendorong pemerataan, BPJS Kesehatan juga
mengembangkan sistem pemetaan berbasis digital atau atlas sistem
informasi geografis (SIG). Melalui platform tersebut, investor dapat
melihat wilayah yang masih membutuhkan tambahan fasilitas kesehatan.
“Nah ini harus dilihat dong pemerataannya. Akhirnya BPJS setelah
minta-minta gak ada istilahnya bikin Atlas, dimana harusnya orang
investasi, BPJS bikin. Nanti bisa dilihat di web kita, itu namanya
Atlas-SIG. Itu kalau mau investasi dimana lho, kalau sudah penuh,
merah, ya sulit kerjasamanya gitu,” pungkasnya, tulis cnni. (yaya-01)
