Oleh: Johan Murod Babelionia, S.IP.MM
(Ketua Umum KADIN Paradigma Baru Provinsi Kepulauan Bangka Belitung)
Pemerintah Thailand telah membuka Phuket untuk wisatawan dan Pemerintah Singapore pun Lakukan hal yang sama, kebijakan cerdas karena Allah sudah ciptakan Virus Corona alias Covid 19 maka sampai kiamat virus yang sesungguhnya mudah diobati tersebut akan tetap ada seperti virus flu dll.
Ketakutan terhadap Covid 19 mengakibatkan berbagai sektor Perekonomian hancur terutama sektor Pariwisata.
Target Indonesia mendatangkan 20 juta Wisman masuk Indonesia gagal ditandai dengan ambruknya dunia wisata Bali dan beberapa daerah tujuan wisata lainnya di Indonesia.
Tapi Kita tidak boleh putus asa untuk mendatangkan 20 juta Wisman masuk Indonesia, salah satu strategy adalah dengan strategy SIBABA yaitu Singapore, Bangka, Belitung dan Bali adalah paket wisata strategy pemasara Wisata yang paling jitu.
Puluhan juta Wisman dari seluruh Dunia yang ada di Pukhet dan wisatawan yang ada di Singapore Kita “Giring” masuk melalui Calon Kabupaten Kepulauan Bangka Utara. Setelah Beberapa hari mengexplore beberapa objek wisata di Pulau Bangka dan menikmati kuliner Pulau Bangka Para Wisman Kita giring ke Belitung dan Bali.
Untuk hal tersebut harus segera dibangun Internasional Tourism Airport of Depati Bahren di Kota Belinyu Calon Kabupaten Kepulauan Bangka Utara yang mana letak airport tersebut dibangun di Muara teluk Kelabat yang landing dan take off pesawat di airport tepi pantai.
Sementara itu teluk Kelabat yang dalam rata rata 10 meter dibangun pelabuhan exports dan kawasan industry.
Pemikiran dan strategy pembangunan di Calon Kabupaten Kepulauan Bangka Utara ini sebetulnya sudah ada era Bangka dijajah Inggris.
Manakala Pemerintah Inggris Memutuskan Menukar Daerah Jajahannya Pulau Bangka dengan Belanda yang Daerah Jajahannya Bengkulu, General Sir Thomas Stanford Raffles menulis surat sambil menangis kepada Ratu Inggris dan Dewan Pemerintahan Inggris.
Isi surat tersebut adalah, jangan serahkan Pulau Bangka Kepada Belanda Karena Bangka akan menjadi Kawasan Tambang Terbesar Di Dunia, dan Kita di teluk Kelabat Kota Belinyu Utara Pulau Bangka akan membangun Pangkalan Armada Angkatan Laut Inggris Raya Terbesar Di Asia.
Namun Pemerintah Inggris tetap pada pendirian politik kolonialnya Menukar Pulau Bangka dengan Bengkulu Jajahan Belanda.
Untuk mengobati kekecewaannya General Sir Thomas Stanford Raffles membangun Singapore dengan dana tiga conducte bank sehingga Singapore maju pesat seperti saat ini.
Tentu saja strategy General Sir Thomas Stanford Raffles membangun Kota Belinyu Calon Kabupaten Kepulauan Bangka Utara tersebut dengan pertimbangan Pulau Bangka akan Menjadi seperti New Zealand bahkan lebih hebat dari New Zealand sehingga General Sir Thomas Stanford Raffles berkata teluk Kelabat Jika Dibangun Pelabuhan akan seperti Wellington Harbour oleh Karena itu teluk Kelabat dimakannya PORT OF WELLINGTON.
General Sir Thomas Stanford Raffles melihat Potensi Selat Bangka di Pesisir Barat Pulau Bangka dan Melihat perairan Laut Pesisir Timur Kepulauan Bangka Belitung yang berbatasan dengan Selat Karimata yang sekarang adalah Alur Laut Kepulauan Indonesia ALKI I merupakan potential bagi Perekonomian dan Pertahanan yang sangat strategies.
Betapa bodohnya dan konyolnya Kita jika mengabaikan pemikiran brilliant Jenderal sekelas General Sir Thomas Stanford Raffles yang telah berhasil membangun Singapore, dan kebodohan serta kekonyolan Semakin bertambah manakala Kita mengabaikan aspirasi Masyarakat Kepulauan Bangka Utara yang ingin memekarkan diri menjadi Kabupaten Kepulauan Bangka Utara.
MENINGKATNYA STATUS POLITIK SUATU DAERAH AKAN MENINGKATKAN STATUS EKONOMI DAN BERKEMBANGNYA SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT DAERAH TERSEBUT SERTA SEMAKIN KUATNYA PERTAHANAN KEAMANAN NKRI DI DAERAH TERSEBUT.
