Jakarta,hariandialog.co.id — Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia
(GAPKI) mencatat ekspor minyak sawit Indonesia meningkat 9,5 persen
(yoy) menjadi sekitar 32 juta ton sepanjang 2025. Nilai ekspor
komoditas tersebut mencapai sekitar US$35 miliar atau setara Rp591,8
triliun (asumsi kurs Rp16.911 per dolar AS).
Sekretaris Jenderal GAPKI Hadi Sugeng Wahyudiono mengatakan
kenaikan tersebut terjadi meski industri sawit menghadapi berbagai
tantangan baik dari dalam negeri maupun global. “Untuk ekspor kita
alhamdulillah masih bisa tumbuh 9,5 persen menjadi 32 juta ton, di
mana tahun lalu (2024) sekitar 29 juta ton. sehingga nilai ekspor kita
sekitar US$35 miliar atau hampir Rp600 triliun,” ujar Hadi dalam
konferensi pers di Jakarta, Kamis, 12-03-2026.
Di samping itu, Hadi mengatakan industri sawit nasional tetap
menunjukkan ketahanan di tengah berbagai tekanan global. Menurutnya,
meski menghadapi banyak hambatan di pasar internasional, ekspor sawit
Indonesia masih mampu tumbuh.
Namun, ia mengakui kondisi tersebut membuat biaya dan waktu
pengiriman meningkat dibandingkan sebelumnya. Meski begitu, industri
sawit dinilai masih mampu bertahan dan menjaga kinerja ekspor tetap
positif. “Meskipun banyak sekali hambatan-hambatan yang sifatnya
global, sawit tetap bisa memenuhi. Sawit tetap bisa eksis. Dan tetap
eksport kita itu meningkat. Cuma permasalahannya mungkin nambah biaya,
nambah waktu lah,” ucap Hadi.
Sementara itu, Ketua Umum GAPKI Eddy Martono menegaskan
industri sawit masih menjadi salah satu penopang utama ekonomi
nasional. Ia menyebut sektor ini berkontribusi besar terhadap devisa
negara serta penyerapan tenaga kerja. “Industri sawit benar-benar
sebagai penopang ekonomi nasional. Ini yang sebenarnya menjadi dalam
tanda kutip ini harus benar-benar menjadi perhatian. Perhatian
bersama,” kata Eddy dalam kesempatan yang sama, tulis cnni. (anara-01)
Ia menilai kinerja ekspor sawit yang tetap tumbuh menunjukkan
daya tahan industri tersebut meski menghadapi berbagai tantangan
global maupun kebijakan domestik.
GAPKI juga mencatat Indonesia saat ini mengekspor produk sawit
ke 177 negara. Organisasi itu menilai keberlanjutan industri sawit
perlu terus dijaga agar tetap, mampu memberi kontribusi kepada negara,
tulis cnni. (alfin-01)
