
Majalengka .hariandialog.co.id-Suasana berbeda tampak di hari pertama ibadah puasa Ramadan 1447 Hijriah di Kota Majalengka. Sejumlah ruas jalan yang biasanya ramai oleh aktivitas warga terlihat lengang sejak pagi hingga siang hari.
Pantauan di pusat kota, termasuk kawasan Alun-Alun Majalengka yang lazim dipadati pengunjung, tampak sepi. Tidak terlihat kerumunan warga yang biasanya bersantai, berolahraga, atau sekadar berkumpul bersama keluarga.
Jualan-jalan utama pun tampak kosong, kendaraan yang melintas bisa dihitung dengan jari.
Biasanya, pada hari libur atau akhir pekan, kawasan alun-alun menjadi titik kumpul masyarakat dari berbagai penjuru.

Namun, memasuki Ramadan tahun ini, suasana berubah drastis. Aktivitas masyarakat cenderung berkurang, diduga karena warga memilih beristirahat di rumah untuk menjaga stamina selama menjalankan ibadah puasa.
Sejumlah pedagang kaki lima yang biasa mangkal di sekitar alun-alun pun belum terlihat beroperasi sejak pagi. Beberapa di antaranya memilih membuka lapak menjelang waktu berbuka puasa.
“Sengaja istirahat dulu siang hari, nanti buka menjelang magrib,” ujar salah seorang pedagang yang ditemui di sekitar lokasi.
Kondisi lengangnya pusat kota ini justru menghadirkan suasana yang lebih tenang dan khusyuk. Ramadan menjadi momentum bagi masyarakat untuk memperbanyak ibadah serta mengurangi aktivitas di luar rumah, khususnya pada hari pertama pelaksanaan puasa.

Meski demikian, diperkirakan suasana akan kembali ramai menjelang sore hari, ketika warga mulai berburu takjil untuk persiapan berbuka puasa.
Ramadan 1447 H di Majalengka pun diawali dengan suasana yang tenang, memberi nuansa berbeda dibandingkan hari-hari biasanya.(Mochamad)
