
Denpasar- hariandialog.co.id – Otoritas Jasa Keuangan Prov.Bali mencatat, Jumlah investor Pasar Modal di wilayah Bali dan Nusa Tenggara menunjukkan pertumbuhan cukup tinggi mencapai double digit secara yoy. Pada Oktober 2025, jumlah investor di wilayah Bali dan Nusa Tenggara mencapai 679.792 Single Investor Identification (SID) atau tumbuh 27,33 persen yoy.
“Nilai kepemilikan saham di wilayah Bali dan Nusa Tenggara mencapai Rp8,90 triliun atau tumbuh 1,47 persen yoy. Sementara itu, nilai transaksi saham mencapai Rp 8,24 triliun atau tumbuh 57,17 persen yoy, “ Jelas Kepala Otoritas Jasa Keuangan ( OJK ) Provinsi Bali, Kristrianti Puji Rahayu,
Sementara itu, Piutang Pembiayaan Perusahaan Pembiayaan wilayah Bali dan Nusa Tenggara pada Oktober 2025 masih menunjukkan pertumbuhan cukup tinggi, walaupun dengan laju melandai dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Pembiayaan dari Perusahaan Pembiayaan di Bali dan Nusa Tenggara mencapai Rp19,68 triliun, atau tumbuh 3,50 persen yoy, meningkat dibandingkan posisi September 2025 yang tumbuh sebesar 2,18 persen yoy (Oktober 2024: 13,73 persen yoy).
Untuk penyaluran pembiayaan melalui Modal Ventura posisi Oktober 2025 sebesar Rp 333,10 atau tumbuh 7,17 persen yoy, membaik jika dibandingkan Oktober 2024 yang tumbuh sebesar 4,92 persen yoy (September 2025: 7,28 persen yoy).
Di sisi lain, kata Kristrianti, tingkat pembiayaan bermasalah Perusahaan Pembiayaan relatif rendah dengan Non Performing Financing (NPF) posisi Oktober 2025 sebesar 1,46 persen, sedikit meningkat dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 1,36 persen. Sementara itu, NPF dari pembiayaan Modal Ventura posisi Oktober 2025 sebesar 6,85 persen, menurun dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 7,78 persen. ( */NL )
