Serang, hariandialog.co.id.— Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat
optimistis disrupsi media massa yang terjadi saat ini segera berakhir
dan publik akan kembali menjadikan media sebagai acuan informasi
tepercaya.
Hal itu disampaikan Komaruddin dalam acara Konvensi Nasional
Media Massa di Kota Serang, Banten, Minggu, 8 – 02 – 2026 dalam rangka
Memperingati Hari Pers Nasional. Turut hadir dalam acara ini Menteri
Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, Wamen Komdigi Nezar Patria.
Dalam paparannya Komaruddin menyebut disrupsi media massa
terjadi di seluruh dunia, bukan hanya di Indonesia.
Dalam masa disrupsi, kata dia, ruang-ruang di dunia maya
dipenuhi konten berisi hoaks, noise dan sejenisnya. “Jadi ini bukan
hanya di Indonesia, tapi juga dunia,” kata Komarudin.
Ketua Dewan Pers itu menyebutkan yakin disrupsi media di
Indonesia tidak berlangsung lama. Namun, untuk mengakhiri disrupsi,
Komaruddin menyebut insan pers harus kreatif. “Disrupsi itu
biasanya tidak akan lama, jika kita kreatif,” katanya.
Komaruddin mengibaratkan disrupsi media hari ini seperti
banjir bandang yang membawa lumpur atau kotoran. Namun setelah banjir
bandang selesai, pelan-pelan tanah menjadi kembali subur dan
masyarakat mencari sumber air bersih. “Pers ini semacam lembaga
penyulingan, menawarkan air bersih untuk masyarakat. Suatu saat
masyarakat akan mengalami kejenuhan dengan berita toksik tersebut,”
terangnya.
Konvensi nasional media massa diharapkan melahirkan strategi
jitu dan terbaru untuk menghadapi disrupsi media massa dan AI.
Komarudin juga senang, banyak perusahaan dan praktisi media
massa yang tetap optimis bisa melewati disrupsi media. “Sehingga forum
ini bisa menjadikan kita berpikir positif ke depan. Sebagai ketua
dewan pers, saya optimis dan gembira sekali, kepada pemerintah,
Komdigi, menghadapi situasi ini,” kata Komaruddin, tulis cnni. (bing)
