Jakarta, hariandialog.co.id.- – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara
dan Reformasi Birokrasi RI (MenPAN-RB) Rini Widyantini menghadiri
peresmian 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru, Kalimantan Selatan.
Dalam kesempatan tersebut, Rini mengatakan program Sekolah
Rakyat sejalan dengan Asta Cita untuk memperkuat pembangunan sumber
daya manusia (SDM), memutus rantai kemiskinan, dan membangun masa
depan yang lebih baik bagi generasi muda Indonesia.
Menurutnya, Sekolah Rakyat merupakan wujud nyata kehadiran
negara yang tidak hanya memberi pendidikan gratis, tetapi juga gizi,
kesehatan, dan pembinaan karakter, sama halnya dengan program
prioritas lain seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Cek Kesehatan
Gratis, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, dan Perumahan Rakyat.
“Jadi ini merupakan program Bapak Presiden untuk mendekatkan negara
kepada masyarakat. Jadi semakin kecil jarak antara instansi pemerintah
dengan rakyat. Jadi masyarakat betul-betul lebih disejahterakan,” kata
Rini, dalam keterangan tertulis, Selasa, 13-01-2026
Rini menjelaskan meskipun Sekolah Rakyat berada di bawah
kewenangan Kementerian Sosial RI (Kemensos), ekosistemnya dibangun
dengan kolaborasi lintas instansi.
KemenPAN-RB sendiri, lanjutnya, memastikan tata kelola dan
pemenuhan kebutuhan sumber daya manusia (SDM) berjalan dengan baik,
dengan menjunjung prinsip sistem merit, agar program ini dapat tumbuh
secara berkelanjutan, tulis dtc.
Prabowo juga mengapresiasi kementerian/lembaga (K/L) dalam
rangka mewujudkan sekolah rakyat, karena sekolah rakyat dibangun untuk
anak-anak yang miskin dan kurang mampu. Pembangunan sekolah rakyat
disebut sebagai terobosan yang berani. “Terima kasih semuanya, kita
telah mewujudkan upaya ini, dan terus terang saja, saya cukup bahagia,
cukup besar hati, saya terharu sebetulnya melihat dampak dari pada
upaya kita,” pungkasnya, tulis dtc. (aluka-01)
