Jakarta, hariandialog.co.id.- Wacana pergantian Kepala Staf Angkatan
Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak terus bergulir.
Dua nama disebut-sebut berpeluang menduduki puncuk pimpinan
TNI AD. Keduanya yakni, Kasum TNI Letjen TNI Richard Taruli Haroja
Tampubolon dan Sekretaris Utama (Sestama) Badan Intelijen Negara (BIN)
Letjen TNI Rafael Granada Baay.
Pengamat militer dan intelijen Susaningtyas Kertopati
mengatakan, kedua Letnan Jenderal (Letjen) TNI ini memiliki modal
memenuhi syarat sebagai KSAD. “Keduanya pernah menduduki jabatan
Pangdam dan memiliki pengetahuan dan pemahaman geopolitik yang
mumpuni,” ujarnya, Senin, 9-02-2026.
Sekadar informasi, Jenderal Maruli Simanjuntak yang merupakan
abituren Akademi Militer (Akmil) 1992. Meski belum memasuki masa purna
tugas namun dia telah menduduki KSAD selama lebih dari dua tahun dua
bulan sejak dilantik pada 29 November 2023.
Sedangkan, Letjen TNI Richard Taruli Horja Tampubolon
merupakan teman seangkatan Jenderal TNI Maruli Simanjuntak karena
sama-sama lulusan Akmil 1992 dari satuan Infanteri Kopassus.
Jabatan strategis yang pernah diembannya yakni, memimpin
gabungan tiga pasukan elite Kopassus, Denjaka dan Kopasgat sebagai
Dankoopssus TNI pada 2020-2021. Kemudian Pangkogabwilhan III sebelum
akhirnya menjadi Kasum TNI.
Sementara, Letjen TNI Rafael Granada Baay tercatat sebagai
jebolan Akmil 1993 dari satuan Infanteri Kopassus. Berbagai jabatan
strategis pernah diembannya antara lain, Danpaspampres pada 2023 di
era Presiden Joko Widodo (Jokowi), Pangdam Jaya pada 2024-2025 sebelum
akhirnya menjabat sebagai Sestama BIN, tulis sindonews. (horas-01)
