
Denpasar-hariandialog.co.id – OJK terus mendorong terwujudnya Literasi dan Inklusi keuangan bagi semua pihak dengan 10 (sepuluh) sasaran prioritas tertuang dalam Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia tahun 2021-2025 yang mencakup Pelajar, Mahasiswa, dan Pemuda/i; Profesi; Karyawan; Petani dan Nelayan; Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan Calon PMI; Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah; Penyandang Disabilitas; Masyarakat Daerah Terdepan, Terluar, Tertinggal (3T); Perempuan/Ibu Rumah Tangga; dan Komunitas.
Untuk meningkatkan literasi dan inklusi di wilayah Bali dan Nusa Tenggara, OJK terus melakukan bauran strategi dilaksanakan antara lain melalui edukasi keuangan secara tatap muka, edukasi keuangan secara online, aliansi strategis, dan juga melalui edukasi keuangan secara tematik.
Sepanjang tahun 2025-sampai November, OJK di wilayah Bali dan Nusa Tenggara telah melaksanakan 10.484 kegiatan edukasi keuangan yang tersebar di seluruh kabupaten/kota wilayah Bali dan Nusa Tenggara yang terdiri dari 212 kegiatan yang dilakukan secara mandiri, 175 kegiatan melalui kerja sama dengan stakeholders sebagai narasumber, dan 10.097 kegiatan melalui kerja sama Kuliah Kerja Nyata Literasi dan Inklusi Keuangan (KKN LIK) khusus di Provinsi Bali.
Secara keseluruhan, edukasi keuangan, telah menjangkau lebih dari 117.707 orang, serta edukasi melalui media sosial menjangkau sekitar 436.939 orang.
Selain itu,edukasi dari Lembaga Jasa Keuangan Bali dan Nusa Tenggara melalui program Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) sampai November 2025 capai 5.602 kegiatan dan menjangkau lebih dari 1.033.493 peserta kegiatan.
OJK bekerjasama dengan stakeholders melalui program intensifikasi pemanfaatan SiMolek, program 1-5 km care, edukasi segmented kepada pelajar, mahasiswa, akademisi, ibu rumah tangga, komunitas disabilitas, pelaku UMKM, Training of Trainers (ToT) bagi duta literasi keuangan, aliansi strategis dengan anggota Satgas Pasti, edukasi daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar), serta edukasi di wilayah pedesaan bersama universitas melalui program Kuliah Kerja Nyata Literasi dan Inklusi Keuangan (KKN LIK) tahun 2025.
Edukasi online melalui media sosial Instagram dan publikasi Iklan Layanan Masyarakat pada radio serta media online yang ada di wilayah Bali dan Nusa Tenggara, dan bersinergi dengan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) yang melibatkan Kementerian/Lembaga, Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK), akademisi, dan stakeholders lainnya.
Selama tahun 2025- November, TPAKD di Wilayah Bali dan Nusa Tenggara digelar 858 kegiatan dengan peserta lebih dari 69.887 orang,mencakup asistensi dan pendampingan UMKM, optimalisasi pembiayaan sektor pertanian melalui Kredit/Pembiayaan Sektor Prioritas (K/PSP), optimalisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR), Kredit/Pembiayaan Melawan Rentenir (K/PMR), hingga program inklusi untuk pelajar melalui program Satu Rekening Satu Pelajar (Kejar). ( */NL )
