
Belitung, hariandialog.co.id – Pembukaan Edukasi Literasi Keuangan Bagi Keluarga 1000 HPK Berisiko Stunting (Program GENTING) dan Penandatanganan Nota Kesepakatan/MoU antara Pemerintah Daerah Kabupaten Belitung dengan Perwakilan BKKBN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan mengusung tema ‘Keluarga Cermat Finansial, Anak Tumbuh Optimal”.berlangsung pada hari ini Rabu (15/07/2026) di Gedung Serba Guna H.Ishak Zainuddin.
Hadir dalam kegoatan ini Bupati Belitung : H.Djoni Alamsyah, Hidayat, S.Sos, Sekretaris Daerah H.Marzuki, S.IP, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Fazar Supriadi Sentosa, SH, Kepala DPPKBPMD Kabupaten Belitung Drs.Fari dan tamu undangan lainnya.
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kep. Bangka Belitung Fazar Supriadi Sentosa, SH, dalam sambutannya mengatakan,”Menyangkut Stunting saat ini di Kab.Beliting ada diangka 18%, tentunya melalui Program GENTING dan kegiatan Edukasi Literasi Keuangan Bagi Keluarga 1000 HPK Berisiko Stunting (Program GENTING) dan Penandatanganan Nota Kesepakatan/MoU, kita mampu targetkan penurunan angka Stunting ini secara bersama-sama dan temtunya ini adalah tugas kita bersama, demi masa depan anak-anak dimasa yang akan datang.”ungkap Fajar.
Kami ucapkan, “terima kasih kepada mitra kerja BKKBN yang telah membantu dan berperan aktif dalam membantu proses penurunan stunting di Kabupaten Belitung, sehingga kita harapkan nanti pada akhir tahun 2006 ini, target penurunan angka stunting di Kab.Belitung bisa tercapai, itulah harapan kita bersama.”tutup Fajar.
Bupati Belitung dalam sambutannya mengatakan, “Ada satu kalimat yang selalu saya pegang, membangun daerah itu tidak cukup hanya membangun jalan, jembatan atau gedung penting saja tapi juga bagaimana membangun manusia agar menjadi sejahtera.”Ucap Djoni.

Ditambahkannya, “Atas nama Pemerintah Daerah tentunya menyambut baik kegiatan ini, bicara tentang literasi keuangan tentang pencegahan Stunting dan perbaikan rumah yang tidak layak huni, kalau diperhatikan ketiganya itu sebenarnya saling keterkaitan, tapi tidak semuanya linear, anak-anak yang sehat Itu lahir dari keluarga yang mampu memenuhi kebutuhan gizi keluarganya, tentunya lahir dari kemampuan mengelola keuangan dengan baik dan keluarga yang sejahtera yang tentunya membutuhkan lingkungan dan tempat tinggal yang layak.”Tambah Djoni
“Hari ini Kita Tidak Sedang membahas 3 program yang berbeda tetapi satu tujuan yang sama yaitu meningkatkan kualitas hidup dari pada masyarakat Belitung.”
“Saya juga sering menyampaikan bahwasanya menyangkut Stunting, sebagaimana tadi telah disampaikan oleh Kepala perwakilan BKKBN Prov.Babel, urusan ini bukan hanya urusan tenaga kesehatan atau BKKBN saja tapi ini adalah tanggung jawab kita bersama begitu menyangkut literasi keuangan,besar/kecilnya, dimana terkadang cara kita mengelola, seringkali itu yang menentukannya.”Tambah Bupati.
“Banyak keluarga yang sebenarnya memiliki potensi untuk berkembang hanya belum mendapatkan pengetahuan dan pendampingan yang tepat, oleh karena itu saya mengapresiasi kolaborasi BKKBN,OJK Pegadaian, Angkasa Pura dan seluruh pihak yang telah mengambil bagian dari ini semua.”
“Pemerintah Daerah tidak mungkin mampu bekerja sendiri, ketika semua pihak sudah duduk dalam satu tujuan yang sama, manfaatnya akan jauh lebih besar bagi masyarakat dan yang lebih membahagiakan lagi hari ini kita juga bisa menandatangani nota kesepakatan yang ada.”Lanjut Djonj
“Saya berharap nota kesepakatan ini tidak hanya sebagai dokumen administratif untuk mengukur keberhasilannya saja, tentang berapa besar atau berapa lembar yang akan ditandatangani, tapi tentang berapa banyak keluarga yang benar-benar merasakan perubahan setelah kerjasama ini berjalan.”Tutur Bupati.
“Saya juga ingin setiap program yang kita laksanakan itu memiliki dampak yang betul-betul nyata, ketika kita bicara tentang pencegahan Stunting maka angka Stunting yang ada harus betul-betul bisa turun, sebagaimana tadi telah disampaikan,ada sekitar 18% di Belitung, ayo kita targetkan bersama-sama dan ini adalah tugas kita bersama, demi masa depan anak-anak kita.”Lanjutnya.
“Mendengar angka yang ada ini, saatnya kita bicara tentang pengelolaan keuangan yang tentunya terhindar dari praktek pinjaman yang merugikan dan ketika kita bicara tentang rumah layak huni maka bagaimana agar semakin banyak keluarga yang dapat tinggal dengan aman dan nyaman.”
“Mari kita jadikan kegiatan ini sebagai awal dari semangat baru untuk membangun keluarga yang lebih sehat, lebih Mandiri dan lebih sejahtera, karena pada akhirnya keberhasilan pembangunan bukan dilihat dari pertumbuhan ekonominya saja tapi dilihat dari sisi kesejahtetaan masyarakatnya.”tutup Bupati. (Fibin)
