Jakarta, hariandialog.co.id.- Di tengah berbagai tantangan ekonomi
yang dihadapi daerah, pemerintah terus mendorong lahirnya berbagai
inovasi untuk memperkuat kemandirian fiskal. Upaya tersebut dinilai
penting agar daerah mampu menjaga keberlanjutan pembangunan dan
meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah (Keuda) Kementerian Dalam
Negeri (Kemendagri), Agus Fatoni, menegaskan kemandirian fiskal tidak
semata-mata diukur dari besarnya Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Menurutnya kemampuan daerah untuk berinovasi dan mencari solusi
kreatif juga menjadi faktor penting dalam memperkuat kapasitas fiskal.
“Kemandirian fiskal bukan hanya soal angka, tetapi keberanian daerah
untuk berinovasi. Daerah harus berani mencari solusi, menciptakan
peluang, dan memanfaatkan seluruh potensi yang dimiliki untuk
memperkuat kapasitas fiskalnya,” kata Fatoni dalam keterangan pers
dikutip, Selasa, 9 Juni 2026.
Fatoni menjelaskan sebagian besar pemerintah daerah saat ini
masih bergantung pada dana transfer dari pemerintah pusat. Karena itu,
daerah perlu terus mengoptimalkan sumber-sumber pendapatan sekaligus
meningkatkan efektivitas dan efisiensi belanja daerah.
Menurutnya pengelolaan keuangan yang sehat akan memberikan
ruang yang lebih besar bagi pemerintah daerah untuk menghadirkan
program-program yang berdampak langsung bagi Masyarakat, tulis
metrotv. (pitta-01)
