Aceh, hariandialog.co.id. SEJUMLAH sekolah di Kabupaten Bener
Meriah, Aceh, yang terdampak bencana banjir mulai kembali menjalankan
aktivitas belajar mengajar dengan memanfaatkan papan interaktif
digital (PID) atau interactive flat panel (IFP). Perangkat digital
tersebut dinilai membantu pemulihan pembelajaran di tengah
keterbatasan sarana pascabencana.
Pemanfaatan IFP terlihat di SMAN 2 Timang Gajah, SDN Karang
Jadi, serta SMP Muhammadiyah 11 Teritit. Ketiga sekolah tersebut
sempat mengalami gangguan pembelajaran akibat akses jalan terputus dan
kerusakan fasilitas sekolah akibat banjir.
Kepala SMAN 2 Timang Gajah Ikhsan Purnama mengatakan
kehadiran IFP berdampak positif terhadap kualitas pembelajaran.
Menurut dia, perangkat tersebut langsung diaktifkan untuk mendukung
pembelajaran mendalam setelah sekolah kembali beroperasi.“Dengan
adanya IFP sangat membantu pembelajaran guru. Proses belajar menjadi
lebih terarah dan siswa juga lebih antusias,” kata Ikhsan dikutip dari
keterangan resmi pada Senin, 2 Februari 2026.
Ia mengatakan, meski penggunaannya masih bergantian, pihak
sekolah mewajibkan guru memanfaatkan IFP dalam kegiatan belajar
mengajar. Selain memudahkan guru, IFP juga mendorong siswa lebih
aktif, terutama saat presentasi karena layar dapat disentuh langsung
layaknya gawai.
Bencana banjir sebelumnya sempat menghentikan aktivitas
pembelajaran di sekolah tersebut. Ikhsan mencatat sedikitnya 15 siswa
terdampak, bahkan beberapa di antaranya kehilangan tempat tinggal
akibat rumah hanyut terbawa banjir. Sekolah bersama guru berinisiatif
memberikan bantuan kepada siswa terdampak.
Kepala SDN Karang Jadi M. Ghazali mengatakan IFP mulai
digunakan dua pekan terakhir meski pembelajaran masih dilakukan di
tenda darurat. Ia menyebut perangkat tersebut sangat membantu menjaga
semangat belajar siswa di tengah kondisi pascabencana. “Sekarang IFP
sudah dipakai, kami pasang di tenda belajar. Ini bantuan dari Bapak
Presiden Prabowo,” ujar Ghazali.
Sementara itu, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
menyatakan pemanfaatan IFP menjadi bagian dari upaya mendukung
pemulihan pembelajaran di wilayah terdampak bencana, sekaligus
mendorong kualitas pembelajaran berbasis teknologi di daerah, tulis
tempo. (dika-01)
