
MAJALENGKA, hariandialog.co.id — Sebanyak 100 anggota Pramuka dari Kwartir Cabang (Kwarcab) Majalengka diterjunkan langsung ke lapangan untuk membantu pengamanan arus mudik dan balik Lebaran 2026. Mereka disiagakan di sejumlah pos pengamanan (pospam) strategis dalam rangka mendukung Operasi Keselamatan Lodaya.
Keterlibatan Pramuka ini merupakan bagian dari program Karya Bakti Lebaran (KBL) yang dilaksanakan secara nasional, menyusul instruksi Kwartir Nasional melalui Surat Edaran Nomor 0083-00-F. Dalam edaran tersebut, seluruh jajaran Pramuka diminta aktif membantu masyarakat sejak H-7 hingga H+7 Idulfitri.
Ketua Harian Kwarcab Pramuka Majalengka, Muhammad Umar Ma’ruf, menegaskan bahwa kehadiran Pramuka di lapangan bukan sekadar simbolis, melainkan bagian dari kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Pramuka harus hadir memberi solusi. Kami ingin para pemudik yang melintas di Majalengka merasa aman dan nyaman. Anggota yang ditugaskan juga sudah dibekali pemahaman manajemen risiko agar tetap sigap tanpa mengabaikan keselamatan,” ujarnya, Rabu (18/3).

Tak hanya membantu pengamanan, Pramuka juga mengambil peran edukatif dan kreatif. Ketua Dewan Kerja Cabang (DKC) Majalengka, Zaki Azhar Zaidan, menyebut keterlibatan Pramuka Penegak dan Pandega menjadi sarana pembinaan karakter generasi muda di tengah momentum Lebaran.
Menurutnya, para anggota disebar di titik-titik rawan kemacetan untuk bersinergi dengan aparat kepolisian dalam mengatur lalu lintas. Namun di sisi lain, mereka juga aktif memproduksi konten digital bertema bela negara.
“Ini bukan hanya soal membantu di jalan, tapi juga bagaimana generasi muda berkontribusi lewat cara yang relevan dengan zamannya. Kami dorong mereka membuat storytelling digital agar semangat kepedulian ini menyebar lebih luas,” jelas Zaki.
Langkah ini dinilai menjadi strategi ganda: menjaga kelancaran arus mudik sekaligus menanamkan nilai kepedulian, disiplin, dan nasionalisme kepada generasi muda.
Dengan kombinasi aksi nyata di lapangan dan kampanye digital, Pramuka Majalengka berupaya memastikan bahwa semangat gotong royong di momen Lebaran tidak hanya terasa, tetapi juga menginspirasi.(Ayub)
