
Majalengka, hariandialog.co.id- Arus mudik Lebaran 2026 di wilayah Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, terpantau lebih lengang dibandingkan tahun 2025. Kondisi ini terlihat dari minimnya kepadatan kendaraan di sejumlah jalur utama maupun rest area.
Pantauan di sejumlah titik jalur mudik di Kabupaten Majalengka menunjukkan tidak adanya lonjakan kendaraan signifikan seperti yang terjadi pada Lebaran tahun sebelumnya. Lalu lintas cenderung ramai lancar, bahkan di beberapa waktu tertentu terlihat relatif sepi.
Kondisi serupa juga terlihat di rest area KM 166 Tol Cipali yang berada di wilayah Majalengka. Aktivitas kendaraan keluar masuk rest area masih terpantau normal dan belum menunjukkan kepadatan berarti.
Selain itu, arus mudik di wilayah sekitar Cirebon dan jalur Pantura juga dilaporkan tidak mengalami lonjakan signifikan, sehingga rekayasa lalu lintas tidak perlu diterapkan seperti tahun-tahun sebelumnya.
Meski demikian, pemerintah daerah tetap menyiapkan berbagai langkah antisipasi untuk menjamin keamanan dan kenyamanan pemudik. Ratusan personel gabungan disiagakan di sejumlah titik rawan, termasuk jalur perbukitan yang berpotensi longsor akibat cuaca ekstrem.
Sejumlah faktor diduga menjadi penyebab menurunnya jumlah pemudik ke Majalengka. Di antaranya kondisi ekonomi masyarakat yang membuat sebagian warga menunda pulang kampung, serta perubahan pola perjalanan yang lebih tersebar sehingga tidak terjadi penumpukan kendaraan.
Di sisi lain, secara nasional jumlah pemudik Lebaran 2026 juga diperkirakan mengalami sedikit penurunan, meski tetap mencapai lebih dari 140 juta orang.(Ayub)
