Majalengka, hariandialog.co.id. — Sebuah video yang menunjukkan
bangunan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di kaki Gunung Ciremai,
viral di media sosial. Unggahan itupun mendapat banyak tanggapan dari
warganet karena seakan-akan menunjukkan bangunan kopdes yang terpencil
dan jauh di kaki gunung.
Video itu awalnya diunggah oleh akun Instagram @fauzanamc. Dalam akun
itu terlihat rekaman visual yang diambil menggunakan drone, dan
memperlihatkan sudut pandang udara bangunan koperasi tersebut.
Dalam tayangan video itu, terlihat jelas satu unit bangunan Kopdes
Merah Putih yang berdiri megah secara soliter. Tak ada pemukiman warga
di sekelilingnya, hanya bentangan perbukitan yang asri serta
rindangnya pepohonan khas pegunungan.
Pemilik akun mengunggah momen tersebut dan mempertanyakan tata letak
Kopdes yang terbilang tak biasa karena berada cukup jauh dari
pemukiman penduduk setempat.
“Mau lihat seberapa jauhnya Kopdes di kaki gn Ciremay ini dari rumah
penduduk?” tulis akun @fauzanamc pada kolom keterangan videonya,
seperti yang dikutip Republika, Rabu, 5-08-2026
Dalam unggahannya, pemilik akun tidak menyebutkan secara pasti lokasi
Kopdes tersebut. Ia hanya menyebut lokasinya berada di kaki Gunung
Ciremai.
“kalau demikian siapa yang mau datang belanja,” ungkapya
Berdasarkan penelusuran Republika, Kopdes Merah Putih yang viral itu
terletak di Desa Cikaracak, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka.
Namun ternyata, fakta di lapangan tidak sepenuhnya sama seperti narasi
yang digambarkan dalam video yang viral di media sosial.
Bangunan Kopdes Merah Putih itu justur berdiri persis di tepi jalan
raya yang berstatus jalan kabupaten. Jalur tersebut bahkan menjadi
penghubung dua wilayah, yakni Kecamatan Argapura dan Kecamatan
Sindang.
Kondisi lalu lintas jalan di depan gedung Kopdes itu memang tidak
ramai. Namun, lalu lalang kendaraan roda dua maupun roda empat rutin
melintas setiap beberapa menit sekali.
Jarak antara bangunan Kopdes dengan pemukiman warga maupun Kantor Desa
Cikaracak mencapai sekitar 900 meter. Sementara itu, jarak dengan desa
tetangga, yakni Desa Sangkanurip Kecamatan Sindang, sekitar 1,5
kilometer.
Saat dikonfirmasi, Kepala Desa Cikaracak, Aon, menyayangkan narasi
serta sudut pandang visual dalam video viral tersebut yang dinilai
tidak utuh.
“Kopdes Merah Putih Cikaracak ini sebenarnya berdiri di pinggir jalan
utama yang statusnya adalah Jalan Kabupaten. Ini akses vital yang
menghubungkan Kecamatan Argapura dan Kecamatan Sindang, jadi jalurnya
sangat hidup,” tegasnya.
Aon mengakui, bangunan Kopdes memang dikelilingi oleh pepohonan.
Pasalnya, secara geografis, desa itu terletak di lembah lereng Gunung
Ciremai, yakni berada pada ketinggian 950 meter di atas permukaan laut
(mdpl).
“Yang viral di medsos kan seolah-olah (Kopdes) ada di tengah hutan.
Desa kami ini terletak di dekat Gunung Ciremai. Kalau kaki Gunung
Ciremai masih ke atas lagi,” terangnya.
Aon mengungkapkan, hampir 80 persen warganya bermata pencaharian
sebagai petani sayuran. Selain itu, desanya tersebut juga dikenal
sebagai pemasok tanaman bambu serta penghasil biji kopi.
Melalui Kopdes Merah Putih, seluruh potensi pertanian tersebut
nantinya akan dikelola secara terintegrasi, mulai dari penampungan
hingga tahap distribusi pasar.
“Selama ini warga kami biasanya menjual hasil pertanian ke luar desa.
Kedepan nanti penjualannya akan kita pusatkan di sini (kopdes),” kata
Aon.
Tak hanya itu, Kopdes Merah Putih juga akan menyediakan berbagai
kebutuhan petani. Seperti pupuk, obat-obatan, dan lainnya. “Jadi
petani tidak perlu jauh mencari kebutuhan tersebut ke luar desa,”
tukasnya. n lilis sri handayani, (hiras-01)
