
Deli Serdang, hariandialog.co.id – Program pelacakan tuberkulosis (TB) yang dipadukan dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kabupaten Deli Serdang menemukan 2.525 kasus sepanjang Agustus–Oktober 2026. Bupati Deli Serdang dr. H. Asri Ludin Tambunan meminta jajarannya menindaklanjuti hasil pemeriksaan agar warga memperoleh penanganan dan pengobatan sesuai kebutuhan.
Saat menghadiri Pencanangan Nasional Pesantren Bebas Tuberkulosis di Pondok Pesantren Mawaridussalam, Kecamatan Batang Kuis, Rabu (4/11/2026), Asri menjelaskan bagaimana pemerintah kabupaten menjangkau warga. Petugas mendatangi kegiatan perwiritan, posyandu, hingga pondok pesantren untuk mengajak masyarakat memeriksakan kesehatan.
“Kuncinya adalah pelayanan. Kami tidak hanya menyuruh masyarakat datang untuk memeriksakan kesehatan, tetapi mengajak dan membangun sinergi dengan seluruh unsur masyarakat. Ketika masyarakat dilibatkan, kesadaran untuk menjaga kesehatan juga tumbuh,” ujar Asri.
Program pelacakan TB terintegrasi itu dimulai pada 1 Agustus 2026 dengan sasaran 36.800 orang di 368 lokasi. Pada periode sebelumnya, Januari–Juli 2026, Dinas Kesehatan Deli Serdang telah menemukan 4.316 kasus TB.
Untuk program CKG secara keseluruhan, jumlah warga Deli Serdang yang telah menjalani pemeriksaan mencapai 1.243.640 orang atau sekitar 57 persen dari jumlah penduduk. Cakupan tersebut melampaui target Pemerintah Provinsi Sumatera Utara sebesar 46 persen.
Wakil Menteri Kesehatan RI Benjamin Paulus Octavianus mengapresiasi dukungan PAS JEMPOL dalam pelayanan tersebut. Dengan data kependudukan yang telah terhubung, petugas dapat menggunakan sidik jari untuk memastikan identitas warga dan mencatat hasil pemeriksaan atas nama pasien yang tepat.
Asri berharap pencanangan di Mawaridussalam memperluas pemeriksaan bagi santri. Wakil Menteri Agama RI Muhammad Syafi’i menekankan pentingnya menghubungkan pesantren dengan puskesmas, pemerintah desa dan kelurahan, serta masyarakat dalam upaya penanggulangan TB di daerah.(hm)
