
Cirebon, hariandialog.co.id – Hadirnya era keterbukaan informasi, pemanfaatan media sosial menjadi terobosan strategis bagi dunia pendidikan. Keberadaan platform digital tak sekadar menjadi media informasi, melainkan alat untuk membangun citra lembaga (school branding) sekaligus mempublikasikan berbagai capaian peserta didik.
Hal tersebut di ungkapkan Kepala SMPN 7 Kota Cirebon, Dra. Hj. Euis Sulastri, M.Pd., ia menegaskan pentingnya peran media digital dalam mengenalkan potensi serta prestasi sekolah kepada masyarakat luas.
Menurut Euis, “Media sosial bagi sebuah lembaga sekolah adalah sesuatu yang sangat penting dan menjadi ujung tombak. Lewat media sosial, kita bisa mengabarkan prestasi-prestasi yang diraih serta memperkuat branding sekolah di mata masyarakat,” kata Kepala Sekolah yang belum lama ini mewakili Indonesia sebagai panelis NGTS tingkat Asia tenggara, Senin (12/10/26).
“Sehebat-hebatnya sekolah, ketika kita tidak menginformasikan kepada masyarakat, tentu semua hal pencapaian kita tidak diketahui publik,namun dengan adanya medsos, kita bisa membranding setiap kegiatan dan mengabarkan setiap prestasi yang ada,” jelasnya.
Kehadiran konten-konten positif dan website SMPN 7 yang dikelola secara aktif di nilai sukses menarik perhatian berbagai pihak, salah satunya BUMN energi, PT Pertamina.
Euis mengungkapkan, pihak Pertamina menyalurkan berbagai program Corporate Social Responsibility (CSR) ke SMPN 7 Kota Cirebon termasuk bantuan panel surya bukan semata karena usulan proposal, melainkan karena melihat jejak rekam dan prestasi sekolah yang rutin terpublikasi di media digital.
“Dampaknya luar biasa. Salah satunya, hari ini kita memiliki kemitraan dengan Pertamina. Mereka banyak memberikan program CSR ke SMPN 7, seperti panel surya dan bantuan lainnya. Peran serta Pertamina ini lahir karena mereka melihat kabar tentang prestasi dan keaktifan website kami di media sosial,” ungkapnya.
Untuk menjaga konsistensi dan kualitas informasi, SMPN 7 Kota Cirebon telah membentuk tim khusus yang bertugas mengelola seluruh kanal media sosial dan website resmi sekolah secara berkelanjutan.
“Harapan ke depan, publikasi ini memberikan nilai lebih dan dampak positif. Saya merasa prihatin jika ada masyarakat yang lebih melihat sekolah dari sisi negatifnya saja. Dengan adanya medsos, masyarakat bisa menilai sendiri bagaimana progres, prestasi, dan pencapaian sekolah,” tuturnya.
“Bagaimanapun juga, masyarakat adalah bagian dari stakeholder sekolah. Jadi mereka berhak tahu dengan segala apa yang terjadi di sekolah, baik kegiatan maupun prestasi di bidang akademik maupun non-akademik,” pungkas Euis.(budhi)
