
Deli Serdang, hariandialog.co.id – Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) Perwakilan Kabupaten Deli Serdang Syawaluddin Nasution menilai potensi wakaf di daerahnya belum seluruhnya tergarap. Ia berharap pengurus periode 2026–2029 dapat bekerja sama dengan pemerintah kabupaten agar pengelolaan wakaf ikut mendukung program pengentasan kemiskinan.
“Kami menyadari bahwa BWI tidak akan mampu menjalankan tugas secara optimal tanpa dukungan Pemerintah Kabupaten Deli Serdang, khususnya dalam program-program yang berkaitan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pengentasan kemiskinan,” kata Syawaluddin pada pelantikan pengurus BWI Deli Serdang di Aula Cendana, Kantor Bupati Deli Serdang, Senin (2/11/2026).
Bupati Deli Serdang dr. H. Asri Ludin Tambunan, melalui Sekretaris Daerah Dedi Maswardy, mendorong pengurus baru mengembangkan wakaf produktif. Bidang yang dapat didukung mencakup pendidikan, layanan kesehatan, dan kegiatan ekonomi warga. Pemanfaatan setiap aset, kata Dedi, harus tetap mengikuti tujuan wakafnya.
Dedi mencontohkan madrasah yang berdiri di atas tanah wakaf di Deli Serdang. Tanah yang diwakafkan pada masa lalu masih memberi tempat bagi anak-anak untuk belajar. Manfaat serupa dirasakan warga yang menggunakan masjid, musala, dan pemakaman di atas lahan wakaf.
“Inilah salah satu nilai besar dari wakaf. Kebaikan yang diberikan pada masa lalu dapat terus hidup dan memberikan manfaat kepada generasi berikutnya,” ujarnya.
Untuk memperluas manfaat itu, Dedi mendorong BWI membina para nazir agar mampu mengelola harta wakaf secara profesional dan terbuka. Ia juga meminta pengurus memperluas pemahaman masyarakat tentang penggunaan wakaf untuk kegiatan produktif. Pemkab, menurut Dedi, siap membantu penyediaan data aset serta koordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa. (hm)
