Jakarta,hariandialog.co.id.- Ketua Umum Adhyaksa Shooting Club (ASC), Dr Masyhudi SH MH, mengapresiasi keikutsertaan ratusan siswa Pendidikan, Pelatihan dan Pembentukan Jaksa (PPPJ) Angkatan 83 Gelombang II Tahun 2026 mengikuti latihan menembak, yang digelar Badan Pendidikan dan Latihan (Badiklat) Kejaksaan RI berlangsung di Lapangan Tembak Jusman Puger, Bhumi Marinir Cilandak, Jakarta Selatan, Minggu (30-8-2026).
“Saya mengapresiasi dan mendukung penuh kegiatan tersebut sebagai bagian dari rangkaian pendidikan, pelatihan dan pembentukan jaksa,” ujar Masyhudi kepada wartawan, Minggu (30-8-2026).
Mantan Staf Ahli Kejaksaan Agung (Kejagung) yang kini menduduki jabatan sebagai Inspektur Jenderal (Irjen) pada Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) itu, mendoakan agar seluruh peserta mengikuti pelatihan menembak dengan aman dan selamat.“Saya mendoakan semoga lancar, aman dan selamat,” ujar Masyhudi.
Menurutnya, pemahaman mengenai penggunaan senjata api penting dimiliki oleh para calon jaksa, terutama agar mereka memahami aspek keselamatan dan tanggung jawab dalam penggunaan senjata.“Mereka harus tahu penggunaan senjata api, agar tidak membahayakan diri mereka sendiri, keluarga dan orang lain,” katanya.
Pelatihan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan keterampilan dasar peserta dalam menembak, tetapi juga membangun sikap disiplin, kehati-hatian dan tanggung jawab dalam setiap penggunaan senjata api.
Seperti diketahui, berdasarkan keterangan yang diperoleh wartawan, Minggu (30-8-2026), menyebutkan bahwa ratusan siswa PPPJ Angkatan 83 Gelombang II Tahun 2026 mengikuti pelatihan menembak sebagai bagian dari rangkaian pendidikan dan pembentukan jaksa. Kegiatan berlangsung di Lapangan Tembak Jusman Puger, Bhumi Marinir Cilandak, Jakarta Selatan, Minggu (30-8-2026).
Dalam pelatihan tersebut, para siswa mendapatkan pembekalan dan praktik menembak menggunakan pistol jenis FN. Selain itu, peserta juga dikenalkan dengan penggunaan senjata laras panjang di lapangan tembak khusus senjata laras panjang yang berada di kawasan Bhumi Marinir Cilandak.
Sebelum memasuki area lapangan tembak, seluruh peserta terlebih dahulu mendapatkan pengarahan dari instruktur mengenai prosedur keamanan dan keselamatan.Pelatihan tidak hanya berfokus pada kemampuan menembak, tetapi juga pemahaman peserta terhadap disiplin dan tanggung jawab dalam penggunaan senjata api.
Instruktur pelatih menembak pistol, Serka (Mar) Adhi Waluyo, menekankan bahwa faktor keamanan dan keselamatan menjadi prioritas utama selama kegiatan berlangsung.“Yang utama adalah faktor keamanan dan keselamatan. Semuanya menembak atas perintah. Jadi, jangan asal menembak,” ujar Adhi.
Para peserta juga diwajibkan menggunakan perlengkapan pelindung, antara lain pelindung telinga dan kacamata keselamatan sebelum memegang senjata, demikian tulis koranpagi. (Het)
