
Deli Serdang, hariandialog.co.id – Di tengah berbagai pemberitaan pembangunan daerah, prestasi Kabupaten Deli Serdang dalam pelayanan Keluarga Berencana (KB) tingkat Provinsi Sumatera Utara tahun 2026 terbilang layak mendapat perhatian.
Namun, capaian tersebut belum banyak mendapat sorotan publik. Padahal, Deli Serdang berhasil meraih sejumlah peringkat terbaik dalam berbagai kategori pelayanan KB serentak yang dilaksanakan sepanjang 8 Juni hingga 8 Juli 2026.
Salah satu capaian menonjol adalah peringkat terbaik I persentase tertinggi peserta KB baru kategori I dengan sasaran 1.001–5.000 peserta. Deli Serdang mencatat capaian hingga 249 persen, mengungguli Asahan dan Langkat.
Deli Serdang juga meraih peringkat terbaik II peserta KB baru metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) dengan capaian 242 persen. Posisi pertama diraih Asahan, sementara Padang Lawas berada di peringkat ketiga.
Prestasi lainnya diraih pada kategori KB baru pascapersalinan kategori I dengan sasaran 1.001–5.000 peserta. Deli Serdang kembali berada di peringkat terbaik I dengan capaian 189 persen, mengungguli Langkat dan Kota Medan.
Capaian paling mencolok terlihat pada pelayanan KB baru metode Medis Operatif Wanita (MOW). Deli Serdang menempati peringkat terbaik I dengan capaian 893 persen, jauh di atas Kabupaten Karo yang berada di posisi kedua dengan 217 persen dan Gunung Sitoli di posisi ketiga dengan 147 persen.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa pelayanan KB di Deli Serdang tidak hanya berjalan di tingkat administratif, tetapi mampu menghasilkan angka pelayanan yang kompetitif di tingkat Sumatera Utara.
Prestasi itu tidak terlepas dari rangkaian pelayanan KB dalam momentum Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 yang berlangsung 8 Juni hingga 8 Juli 2026.
Salah satu kegiatan utama digelar pada 27 Juni 2026 di Lapangan Saentis, Kecamatan Percut Sei Tuan. Dalam kegiatan tersebut, pelayanan KB diberikan kepada sekitar 1.000 akseptor, baik melalui metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) maupun non-MKJP.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Deli Serdang dr. H. Asri Ludin Tambunan. Pelayanan KB juga diperluas melalui pelaksanaan kegiatan di 22 kecamatan di Kabupaten Deli Serdang.
Rangkaian capaian tersebut menjadi gambaran bahwa upaya memperluas akses pelayanan kontrasepsi dan meningkatkan kepesertaan KB di Deli Serdang mampu memberikan hasil yang mendapat pengakuan di tingkat provinsi.
Karena itu, sederet penghargaan tersebut patut mendapat perhatian lebih luas. Bukan semata-mata sebagai simbol penghargaan, tetapi sebagai bukti bahwa program pelayanan publik di bidang keluarga berencana di Deli Serdang memiliki capaian yang layak diapresiasi dan dipertahankan.
Prestasi ini sekaligus menjadi dorongan agar capaian pelayanan KB Deli Serdang terus ditingkatkan, sehingga manfaatnya semakin dirasakan masyarakat dan tidak berhenti pada pencapaian angka maupun penghargaan.
Deli Serdang membuktikan, ada prestasi pelayanan publik yang mungkin belum banyak terdengar, tetapi layak untuk diketahui dan diapresiasi masyarakat.(Hanter)
