Blitar, hariandialog.co.id.-
Elim Tyu Samba yang saat ini menjabat sebagai Wakil Wali Kota Blitar, ikut memimpin aksi demonstrasi yang diikuti ratusan atlet dan pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Blitar.
Aksi berlangsung di depan Kantor DPRD dan Kantor Wali Kota Blitar, Jawa Timur, pada Senin (7/9/2026).
Aksi unjuk rasa tersebut digelar guna menuntut Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin atau yang biasa disapa Mas Ibin untuk segera menyetujui pencairan dana hibah untuk KONI Kota Blitar serta dana pembinaan atlet.
“Mungkin terkesan aneh, Wakil Wali Kota mendemo Wali Kota. Tapi kami bekerja untuk seluruh lapisan masyarakat termasuk para atlet,” ujar Elim saat berorasi di depan Kantor Wali Kota Blitar.
Dalam tuntutannya, pengunjuk rasa juga meminta Pemerintah Kota Blitar segera menyerahkan Gedung Sekretariat KONI yang terletak di Jalan Cokroaminoto kepada pengurus KONI Kota Blitar.
di depan DPRD Kota Blitar, Senin (7/9/2026). (Tribun Jatim Network/Samsul Hadi) (Tribunjatim.com)
Elim mengakui bahwa dirinya merupakan bagian dari pimpinan Pemerintah Kota Blitar, namun pada saat yang sama dirinya juga merupakan Wakil Ketua KONI Kota Blitar yang kini didapuk sebagai Plt Ketua KONI Kota Blitar.
Keikutsertaannya dalam aksi unjuk rasa tersebut, lanjutnya, karena terjadi kebuntuan komunikasi antara KONI Kota Blitar dengan Wali Kota Blitar Mas Ibin beserta jajaran Pemerintah Kota Blitar.
Kebuntuan itu diduga terjadi setelah mantan Wali Kota Blitar dua periode Samanhudi Anwar terpilih sebagai Ketua KONI Kota Blitar periode 2024-2029.
Dampak dari persoalan tersebut, hingga saat ini pengurus tidak dapat menggunakan Kantor KONI Kota Blitar dan tidak mendapatkan pencairan anggaran dana hibah untuk biaya operasional organisasi dan pembinaan atlet.
Elim mengaku KONI dan atlet Kota Blitar terpaksa menggelar unjuk rasa karena kebuntuan komunikasi dengan Pemerintah Kota Blitar dan Wali Kota telah menghambat jalannya pembinaan atlet.
Elim menyebut, pengurus KONI Kota Blitar telah bersurat kepada Wali Kota Blitar untuk beraudiensi guna memecahkan masalah tersebut, namun tiga surat itu tidak ditanggapi, tulis tribunemdn. (chan-01)
