Denpasar,hariandialog.co.id.-Terjadinya kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Bali sepekan ini, selain memicu antrean panjang berjam-jam di setiap SPBU, membuat para konsumen pusing, dan kemacetan di sekitar jala raya tempat SPBU itu berada. Selain itu telah berdampak kepada para pengojek, dan kendaraan umum. Serta menggangu aktivitas kerja bagi mereka yang mengunakan kendaraan baik itu roda dua dan empat.
“Saya pusing, dan dibuat bingung karena untuk membutuhkan hanya 2 liter petralite harus antre berjam-jam. Meskipun sudah antre, tetapi tidak juga mendapatkannya karena stok di SPBU sudah habis dan terbatas. Mau tak mau motor yang saya tumpangi harus didorong menuju rumah.” Demikian keluhan seorang ibu rumah tanggal bernama Nani menceritakan kepada Dialog, Jumat (16-10-2026).
Hal sama juga dirasakan para pengojek online yang kewalahan untuk mendapatkan petralite. Akibatnya mereka terpaksa menghentikan aktivitas mengojek, meskipun dengan terpaksa karena tidak bisa lagi mendapatkan uang dari hasil pengojek.
Langkahnya BBM di sejumlah SPBU di Bali yang terjadi sepekan ini juga berdampak luas terhadap aktivitas masyarakat sehingga mereka berharap pemerintah segera turun tangan guna mengatasi kelanggkaan BBM tersebut.
Panggil Jajaran PT Pertamina Patra Niaga
Terkait kelanggakaan BBM tersebut, Gubernur Bali Wayan Koster, pada Senin (12-10-2026) telah memanggil pihak PT Pertamina Patra Niaga ke rumah jabatan Gubernur Bali, Jayasbha, guna meminta penjelasan kondisi pasokan dan stok BBM di Bali.Namun hingga berita ini diturunkan, Jumat (16-10-2026) kelangkaan BBM di Bali masih terjadi.
Dalam pertemuan itu, Pertamina Patra Niaga menyampaikan pemantauan stok dan konsumsi BBM terus dilakukan. Penyaluran BBM juga dioptimalkan setelah kapal pengangkut bersandar. Pertamina jadwalkan kedatangan kapal BBM Untuk memperkuat pasokan.
Selain itu Pertamina Patra Niaga menjadwalkan kedatangan kapal pengangkut BBM secara bertahap pada 12, 14, dan 16 Oktober 2026. Kapal-kapal tersebut dijadwalkan membawa total muatan 26.200 kiloliter (kL) melalui Terminal BBM Sanggaran dan Manggis. Kps. (Het).
