Oleh : Heri Iskandar
“Kau masih ingat Bang Kamaruddin Simajuntak tidak Bib?”
“Ya, orang yang dulu paling berjasa membongkar kekejaman Fredy
Sambo terhadap ajudannya sendiri.”
“Beliau sudah meninggalkan kita semua ada dapat info tidak?”
“Ada kubaca beritanyanya di koran-koran. Semoga ada penerus yang
mampu mewarisi semangat juangnya menegakkan keadilan bagi rakyat kecil
yang ditindas Polisi.”
“Banyak yang bilang beliau terkena penyakit non medis karena
terlalu berani melawan mafia hukum. Kau setuju tidak..?”
“Aku kok malah lebih percaya kepada isteri almarhum!”
“Memangnya Ito Merolin bilang apa. .?”
“Awal mula almarhum jatuh sakit karena kelelehan. Katanya kalau
kerja tidak kenal hari, waktu dan jam.”
“Oo kalau itu aku percaya. Urusan membela orang kecil yang
terzalimi almarhum lupa bahwa dia manusia, bukan robot.”
“Aku juga baru tau sebelum menghembuskan nafas terakhir Abang kita
itu sudah dua tahun menjalani proses cuci darah.”
“Tapi ini untuk kau tau saja, semua anak-anak di Sasana bilang
almarhum menjadi korban santet.”
“Sekali pun benar semua itu hanya penyebabnya saja.”
“Berarti kau sepahamlah!”
“Tidak juga!”
“Lha gimana sih..?”
“Yang aku yakini perjalanan beliau di dunia yang fana ini hanya
sampai tanggal 19 Oktober 2026 saja. Dalam agama kita ada beberapa hal
yang Allah rahasiakan tentang kematian seorang hamba.”
“Apa saja itu? Perlu juga aku tahu!”
“Pertama kapan kita akan berpulang?”
“Kalau itu percaya aku. Kan ada pepatahnya juga bahwa sebelum ajal
berpantang mati.”
“Janji Allah di dalam Al Qur’an juga begitu!”
“Yang kedua apa..?”
“Di mana kita akan mati? Karena itu setiap habis Salat mintalah
kepada Allah agar kita tidak mati di Panti Pijat, di Rumah Bordil atau
di tempat yang akan membuat keluarga kita menanggung kehinaan.”
“Terus lagi..?”
“Disebabkan oleh apa kita Allah panggil kembali ke hadirat-Nya?
Karena sakitkah? Musibahkah? Santetkah atau karena apa?”
“Benar juga itu!”
“Dulu waktu aku di Pondok pengasuh kami ada mengajarkan doa
tentang kematian yang sebaiknya kita baca setiap habis Salat.”
“Doa bagaimana itu Bib? Mau kuhafal juga agar kalau aku mati nanti
tidak meninggalkan aib bagi anak istriku!”
“Intinta mintakah kepada Allah kalau kelak kontrak kita sudah
habis agar dimatikan di hari yang baik, di tempat yang baik, dengan
cara yang baik dan dalam keadaan baik atau beramal saleh. Insya Allah
akan khusnul khatimah.”
“Tapi yang sering kudengar bukan begitu! Katanya sebaik-baik orang
mati adalah yang di pengunjung nafas terakhirnya sempat mengucapkan
dua kalimah syahadat.”
“Benar tapi itu hanya mampu dilakukan oleh orang yang beramal
saleh. Bukan oleh koruptor, tukang fitnah, pendendam dan oleh para
pendosa..!”
