Tarutung, hariandialog.co.id.– “Kami inikan pengusaha kecil
yang tidak punya backing untuk bisa menjadi rekanan pemasok makanan ke
perusahaan besar sebesar PT SOL. Padahal, jatah makanan setiap harinya
untuk 400 orang pekerja yang ada di PT SOL,”ungkap salah seorang
pengusaha catering di kota Tarutung, Tapanuli Utara, Sumatera Utara.
Terus terang yang namanya usaha aku sang pengusaha
catering yang sudah punya nama di lingkungan wilayah Tapanuli
sekitarnya, pernah bertemu dengan pejabat di Kantor Kabupaten Tapanuli
Utara dan dalam perbincangan itu meminta agar bisa menjadi rekanan
pemasok makanan untuk PT SOL. Namun, dengan diplomasi sang pejabat
tersebut mengatakan bahwa perusahaan pemasok makanan ke PT SOL sudah
ada.
Dan perusahaan pemasok makanan tanpa tender tersebut
adalah milik salah seorang pejabat tinggi di Kabupaten Tapanuli Utara.
“Jadi sudah ada komitmen bahwa pemasok makanan berikut ikutannya sudah
dikuasai oleh sang pejabat tersebut. Saya sendiri yang masih pegawai
rendahan juga tidak diperkenankan untuk menjadi pemasok walau hanya
minuman seperti aqua, tetap tidak bisa, jadi percuma minta kemana mana
kecuali ke Menteri atau ke Gubernur,” kata si sumber yang ahli masak
masakan nasional.
PT Sarulla Operations Ltd yang disingkat PT SOL
mempunyai karyawan atau pekerja hampir 400 orang dan makanan sudah
siap sesuai dengan jadwal. Perusahaan yang beralamat di daerah Pahae,
Kabupaten Tapanuli Utara, Provinsi Sumatera Utara itu, adalah
perusahaan Penanaman Modal Asing. Lahan yang dikuasai PT SOL memiliki
sumber daya geothermal potensial terbesar di dunia karena lokasinya
yang unik di dekat “ring of fire”.
Pengembangan proyek tenaga panas bumi sebagai salah satu
sumber energi strategis dan ramah lingkungan telah menjadi prioritas
Pemerintah Indonesia untuk mempromosikan energi terbarukan dari sumber
daya panas bumi.
Selain memanfaatkan sumber daya panas bumi yang kaya, proyek
pembangkit listrik tenaga panas bumi sejalan dengan tujuan Pemerintah
di mana Proyek Sarulla dapat berkontribusi 330 MW sebagai bagian dari
rencana pemerintah untuk penyediaan listrik 35.000 MW nasional. (tob)
