–‐————‐————————————
Rabu,, 16/11/2022 (Edisi 507)
“Ini teka teki apa lagi menurut kau Bib?”
“Apa itu?”
“Walikota Solo Gibran Rakabuming sepertinya sangat istimewa di mata Anies Basweldan.”
“Istimewa bagaimana?”
“Keduanya saling memuji dan bersahabat.”
“Itulah ajaran yang benar. Bukan menyebar kebencian di jalan dan di taman.”
“Aneh saja kulihat. Sengaja mau berguru bukan?”
“Berguru masalah apa?”
“Mungkin saja Pak Anies mau jadi Walikota di daerah tertentu kalau nanti gagal Nyapres!”
“Ha ha ha!”
“Kau bayangkan sajalah, apa pentingnya Selasa silam Anies sengaja ke Solo hanya untuk sarapan pagi dengan puteranya Pak Presiden Jokowi.”
“O itu ya. Ada kubaca beritanya di koran-koran. Menarik juga Bang!”
“Teka teki apa yang mereka simpan menurut kau?”
“Masalah teka teki aku tidak tau. Yang jelas ini sudah memancing aneka penafsiran.”
“Yang kau tafsir apa saja coba?”
“Ini cara Anies meyakini loyalis Jokowi bahwa dirinya dekat dengan keluarga orang yang dulu pernah memecatnya dari Menteri.”
“Aku juga sempat berpikir seperti itu tadi!”
“Kedua, Pak Anies ke sana sebagai utusan Pak Paloh supaya Gibran mau memohon kepada Ayahnya tidak membuang satu pun Menteri Nasdem dari Kabinet Kerja.”
“Yang ini juga masuk akalku!”
“Ketiga untuk mengelabui warga Solo seolah Gibran pendukungnya di Pilpres nanti.”
“Nah, ini yang benar-benar diyakini banyak orang Bib. Nampaknya memang itu misi utamanya!”
“Tafsirku yang lainnya adalah, Anies berusaha mengambil hati Gibran supaya nama dirinya tidak tercoret total dari hati Pak Jokowi. Setidaknya jangan cuma seorang yang didukung.”
“Alasan satu ini sering kudengar dari orang-orang, sangat mungkin juga itu!”
“Tafsirku yang terakhir mungkin kurang nyambung Bang. Tapi namanya tafsir liar wajar bila salah.”
“Tafsir masalah apa memangnya..?”
“Itu cara Anies cuci tangan bahwa dirinya bukan bagian dari orang-orang yang mengaku diri sebagai majikan bangsa Indonesia..!”
—————————————————————–
Heri Iskandar
