
Bupati Bandung Barat Hengky Kurniawan pada saat pemotongan hewan kurban di Masjid Agung Padalarang
Bandung Barat, hariandialog co.i -Hari Raya Idul Adha 1444 Hzriyah semua Umat Muslim merayakan nya di Seluruh untuk memotong Hewan Kurban yang sudah di tentukan . Bupati Bandung Barat “Hengki Kurniawan, Kamis (29/06/23 melaksanakan sholat Idul Adha bersama warga Kecamatan Padalarang di Mesjid Agung Padalarang. Pada kesempatan tersebut, Hengki Kurniawan menyerahkan satu ekor sapi sebagai Hewan kurban. Dengan tambahan satu sapi dari Bupati Bandung Barat, hewan kurban yang dipotong di Mesjid tersebut semuanya berjumlah 6 ekor sapi, dan Bupati pun sempat ikut menyembelih se ekor Kambing kurban yang akan dibagikan kepada masyarakat sekitar Masjid Agung Padalarang.
Dalam sambutan sebelum pelaksanaan Sholat Idul Adha, Bupati Bandung Barat berpesan agar masyarakat beserta stake holder bahu-membahu membangun Bandung Barat agar terwujud Bandung Barat yang kuat pada tahun 2030. Hal tersebut diungkapkan Hengki karena baru beberapa waktu lalu Bandung Barat berulang tahun ke 16 dengan tema Semangat Gotong Royong Menuju Ekonomi Kuat.
Menurut Hengki Kurniawan sebagai Bupati Bandung Barat.
Jadi tanggung jawab membangun ini bapak ibu, bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Tetapi juga tanggung jawab bersama, karena Bandung Barat adalah rumah kita, yang harus kita jaga dan rawat bersama-sama,” k
Hengki juga memohon maaf bila ada kesalahan selama ia memimpin. Hal tersebut disampaikan Hengki sehubungan dengan menjelang berakhirnya jabatan sebagai Bupati. “Apabila ada yang baik dari saya, mohon bisa dijadikan contoh, dan bila ada yang tidak baik, akan saya jadikan evaluasi,” kata Hengki sambil mengimbau agar para Aparatur Sipil Negara (ASN) bisa berkurban dengan mendistribusikannnya pada masyarakat yang membutuhkan di wilayah Kabupaten Bandung Barat agar terasa kemanfaatannya”ujatnya.
Hengki Kurniawan berharap agar pada tahun politik ini, masyarakat bisa tetap menjaga persatuan dan kesatuan, meskipun berbeda pilihan. Untuk itu, ia berharap walaupun berbeda pilihan masyarakat tetap kompak dan tidak menyebarkan hoaks atau menjelekan satu sama lain.
”Boleh kita beda pilihan, boleh kita beda pendapat namun tapi kita jaga persatuan dan kesatuan kita. Jangan kita juga sebagai pendukung menyebarkan kampanye hoaks atau kebencian atau pun juga SARA. Apalagi founding father kita sudah mengambarkan Indonesia dengan Keberagaman. Kita kuat karena beragam, bukan karena seragam,” Pungkas Hengki.( Nagon)
