Foto: Disnakertan Bandung Barat program perluasan kesempatan kerja di Villa Perancis
Bandung Barat hariandialog.co.id Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertran) Kabupten Bandung Barat (KBB) menyelegarakan diskusi serta silaturahmi dengan para Guru yang mewakili dari Seratus (100) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK),yang terdiri dari 9 SMK Negri serta 91 SMK Swasta di Kabupaten Bandung Barat.Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bandung Barat (KBB) melakukan diskusi dengan para guru yang mewakili dari 100 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang terdiri dari 9 SMK Negeri dan 91 SMK Swasta di Kabupaten Bandung acara ini diselenggarakan di Villa Perancis Desa Pangauban Kecamatan Batujajar,13/09/23 Rabu kemarin. Kegiatan yang mengusung tema “Program Penempatan Tenaga Kerja dan Kegiatan Perluasan Tenaga Kerja”
Kadisnakertras Bandung Barat, Drs Hasanudin,M.Si mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan Forum silaturahmi,forum diskusi yang lebih tepatnya kita sebut Forum Bursa Kerja Khusus (F-BKK) yang ada di KBB.
“Setelah kita diskusi, banyak sekali hal yang harus kita harus diskusikan kedepannya, banyak berkontribusi akan lebih baik. saya berharap forum diskusi ini tidak henti sampai disini,” di Kabupaten Bandung Barat
Dirinya menambahkan ada 8 ribu lebih yang lulusan SMK setiap tahunnya yang siap kerja, tentu saja sangat tidak mungkin semua tenaga kerja terserap dengan maksimal.
“Kita akan himbau sebagian untuk berwirausaha dan hal ini perlu kita diskusikan juga dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI),” pungkasnya.
Ia menuturkan, intinya bagaimana caranya agar tenaga kerja ini terserap sebanyak mungkin di Kabupaten Bandung Barat ada 165 Desa terdiri dari 16 Kecamatan untuk membekali para lulusan Kejuruan SMK sesui jurusan nya .untuk pelatihan ketenaga kerjaanq supaya bisa menggali Potensi bisa berkarya mandiri membuka peluang Usaha.
“Kita akan berkolaborasi dengan Disnaker Provinsi Jawa Barat karena SMK ini dibawah Dinas Pendidikan Provinsi Jawabarat,Pemerintahan Provinsi Jawa Barat namun dibawah pembinaan Disnaker Kabupaten Bandung Barat,” tuturnya.
Senada disampaikan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK KBB Irman Gunawan,S.Pd,.M.Si (Ketua MKKS ) sesuai dengan data rata – rata angka kelulusan SMK itu pertahun mencapai 8 ribu hingga 9 ribu siswa pertahun dengan berbagai kompetensi maka tidak mungkin angka sebanyak itu semuanya terserap di dunia kerja di KBB, untuk itu sudah disampaikan oleh Kadisnakertrans.
“Sejalan dengan Kementerian Pendidikan,sekarang ini lebih banyak kompotensi – kompotensi di SMK itu yang di matching kan dengan kewirausahaan, lulusan SMK itu selalu dibekali selain kompetensi juga dibekali dengan kompetensi Kewirausahaan mandiri,” dibeberapa Sekolah SMK para siswa membuat Inovasi ( Teknologi)hasil karyanya yang bisa dikembangkan di dunia usaha Agrobisnis,Tataboga, serta Otomotif sesua Jurusanya bisa bermangpaat dan berguna bagi masyarakat luas Khususnya di Bandung Barat,tutur ketua MKKS.
dikesempatan yang sama Irman Gunawan menambahkan, kemententerian Pendidikan juga membantu beberapa siswa yang wirausaha dari sisi permodalan dengan bekerjasama dengan pihak sekolah.
Ketua Forum Bursa Kerja (FBK) SMK KBB Drs Enceng Durahman M.Pd,menyatakan hal yang sama bahwa sejak dulu di Pemda Bandung Barat dari FBK sendiri sudah melakukan sosialisasi dan binaan kepada Bawahan yaitu Bimbingan Konseling SMK (BK- SMK) di KBB.
“Kami sudah melakukan bimbingan bagaimana cara mencari lowongan Kerja, baik itu manufaktur, maupun perusahaan,Perhotelan, restoran dan baikpun jasa,”
“Kementerian Pendidikan juga sudah membuat suatu program Sekolah Percetak Wirausaha (SPW) ini bertujuan untuk mengajak usaha Yang mandiri agar tidak tergantung kepada perusahaan – perusahaan dan juga untuk mengurangi pengangguran,” lulusan SMK terebut bisa berkarya mandiri menciptakan lapangan Kerja bisa mengembangkan ilmunya mangpat untuk semua’ber karya anak Bangsa Pungkasnya.(nagon)
