
Tabanan-Bali- hariandialog.co.id
Pembukaan Festival Jatiluwih ke VI Tahun 2025, yang mengusung Tema Growth With Nature “ Bersama Kembali Ke Alam saat pembukaan Sabtu ( 19/7 ) oleh Bupati Tabanan, Provinsi Bali. dipadati ribuan wisatawan dalam dan luar negeri antara lain Australia, Korea, dan Negara Eropa lainnya, termasuk wisatawan dari Jakarta serta sejumlah daerah lain di Indonesia. Wisatawan ini sejak pagi sudah menunggu antre untuk menyaksikan Festival berlokasi diantara hamparan sawah seluas ribuan hektar dan Gunung Batur.Mereka sangat antusias menyaksikan keindahan sawah juga ditampilkannya tarian burung Merak oleh dua gadis Bali yang ramah, diiringi music khas Bali.
Selaini itu, wisatawan dan sejumlah pejabat yang hadir seperti Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI Ni Made Ayu Martini, dan Mantan Menteri Ekonomi dan Pariwisata Marie Elka Pangestu , juga pejabat daerah , terpesona disambut atraksi dari penampilan puluhan Ibu Ibu yang sedang menumbuk padi menggunakan alat tradisional seperti lesung dan tumbukan Alu sangat menarik perhatian wisatawan.
Sepanjang perjalanan menuju Panggung, diantara undakan sawah Jatiluwih pelaku UMKM menawarkan oleh oleh berupa camilan serta minuman Es Daluman, Klepon, Ketan Merah yang semua berbahan organic, dan lainnya khas Bali, “ Saya sering datang ke Bali, dan terus berlibur senang bisa melihat tradisi dan budaya Bal, yang hampir tidak pernah saya di Negara lain, “ ungkap Merie seorang turis asal Eropa.

Mereka tidak henti hentinya mengabdikan atraksi ini dengan kamera ponsel atau kamera berukuran besar, bahkan mencari kesempatan untuk berfoto bersama. Bukan itu saja, ditengah jalan yang dikeliling sawah yang sudah dibajak siap ditanami padi, mereka juga terus berdecak kagum melihat indahnya hamparan ribuan hektar sawah di Jatiluwih dilatar belakangi Gunung dipagai yang cuacanya sangat cerah.
Atraksi menarik lainnya, disamping panggung pembukaan Festival, wisatawan dibuat kagum dengan penampilan para gadis dan Ibu mengusung susunan Kue, buah,bunga dan hiasan janur ( Gebogan/ Sesajen ) diatas kepala melintas ditegalan sawah yang sedang digarap petani membajak sawah yang ditarik Sapi, diselingi kegembiraan anak anak bermain dilumpur. Disisi lain ibu ibu memasak menu khas Bali seperti Tum Ayam dan daluman, juga sayur dan nasi dari beras organic. Semua ini, bagian dari Festival Jatiluwih yang ikonik, berlangsung dengan tradisi masyarakat Tabanan dan Bali umumnya .

Sementara diatas Panggung diltampilkan Tarian kontemporer dan tari Maskot Desa Jatiluwih serta lauching Coustum Carnival Jatiluwih Dewi SRI dan Jatayu ,Disamping itu, digelar Lokakarya budaya seperti membuat Laklak, Kopi Sangrai, Lekaut Jerami , “ Semua ini bukan lebih dari sebuah tontonan saja, Festival menjadi Interaksi budaya yang mendalam dan mengedukasi dimana budaya menjadi daya daya hidup ekonomi, dan tradisi peluang desa menjadi pusat Inovasi berkelanjutan, “ ungkap Kepala Pengeliola DTW Jatiluwih Jhon Ketut Purna.

Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI Ni Made Ayu Martini,mengungkapkan rasa bangganya atas kelestarian system pertanian di Jatiluwih dan kesiapan desa ini mempertahankan tradisi budaya Bali, “ Saya sangat mendukung Festival Jatiluwih jadi Agenda tahunan berskala Nasional yang lebih besar menjangkau banyak wisatawan, “ Desa memiliki ke unikan luar biasa tidak ada dua nya di dunia, dan ini penting nya menjaga system subak yang menjadi warisan budaya dunia, “ kata Made Ayu Martini.Ia juga menyinggung, bahwa Unesco memberi pengakuan Jatiluwih sebagai Warisan Budaya Dunia, itu adalah tugas mulia untuk menjaganya.
Sementara itu, Jhon Ketut Purna menargetkan 4000 lebih pengunjung berbagai Negara untuk datang tiap hari ke Jatiluwih, yang menunjukan Jatiluwih Festival bahwa Bali lestari dan mendunia bukan hanya impian, “ Festival bukan semata ajakan saja untuk datang , tetapi seruan ikut serta menjaga , sebab masa depan Bali dimulai dari desa desa yang setian meraih nilai budaya dan tradisi berdasarkan “ Tri Hita Karana, “ tegas Jhon Ketut Purna. ( NL )
