
Jakarta-hariandialog.co,id- Sepanjang periode pelaksanaan GERAK Syariah 2026, terselenggara 1.283 kegiatan literasi, 459 kegiatan inklusi, dan 890 kegiatan sosial. Total peserta edukasi tercatat sebanyak 8.350.391 orang, meningkat 31 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Dari sisi capaian kinerja keuangan syariah, penghimpunan dana mencapai Rp 6,83 triliun, penyaluran dana mencapai Rp 6,86 triliun, keduanya meningkat pesat dibandingkan pelaksanaan tahun sebelumnya.
Untuk jumlah penerima manfaat sosial mencapai 266.421 orang dengan dana sosial tersalurkan sebesar Rp 86,2 miliar. Capaian ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya mencatat 158.203 penerima manfaat sosial dengan dana sosial terhimpun sebesar Rp30,75 miliar.
Dicky menyebut, capaian GERAK Syariah 2026 menunjukkan kesadaran masyarakat terhadap keuangan syariah terus meningkat dan menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi syariah nasional.
Menteri Koperasi Republik Indonesia selaku Ketua Harian MES, Ferry Juliantono dalam sambutannya menyampaikan, keuangan syariah tidak dapat dilepaskan diharapkan mendukung sektor ekonomi riil,“ Keuangan syariah hakikatnya tumbuh berdampingan dan saling menguatkan dengan aktivitas ekonomi riil, baik itu UMKM, industri halal, maupun usaha produktif lainnya,” tutur Ferry, seraya berharap kolaborasi antara MES dan OJK terus diperkuat dan ditingkatkan melalui program-program yang berkelanjutan.
Kemenag RI dan OJK Luncurkan Buku Saku ESA 2026
Otoritas Jasa Keuangan, bersama dengan Kementerian Agama Republik Indonesia melakukan peluncuran Buku Edukasi Keuangan Berbasis Agama (ESA) sebagai wujud kolaborasi lintas pemangku kepentingan.
Buku saku ini menjadi panduan praktis bagi masyarakat untuk mempelajari pengelolaan keuangan, termasuk keuangan syariah, dengan pendekatan nilai-nilai agama yang relevan dan mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Menteri Agama Republik Indonesia Nasaruddin Umar dalam sambutannya mengatakan bahwa perilaku ekonomi syariah ini perlu terus ditingkatkan, karena populasi muslim di Indonesia yang mencapai 244 juta, namun perilaku ekonomi syariahnya hanya sekitar 7,6 persen, masih jauh apabila dibandingkan dengan Malaysia yang telah mencapai sebesar 67 persen.
“Jadi mestinya peningkatannya jauh lebih tinggi. Tapi apapun namanya, itu jauh lebih baik daripada datar seperti selama ini. Saya melihat ada kurvanya naik, saya juga mengikuti perkembangan tahun lalu dibandingkan dengan tahun ini ada peningkatan, dan ini juga apresiasi saya kepada Ibu Kiki,” kata Nasaruddin. ( */NL )
Pemanfaatan Buku ESA dimaksud diharapkan mampu menjangkau masyarakat secara lebih luas dan inklusif dari berbagai latar belakang agama dan kepercayaan, dalam menciptakan masyarakat yang cakap literasi keuangan dan mampu mengelola keuangannya dengan baik dalam mencapai kesejahteraannya.
Melalui penyelenggaraan GERAK Syariah 2026 dan peluncuran Buku ESA sejalan prinsip keuangan syariah bersifat universal, memberikan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat. OJK menegaskan komitmennya terus mendorong terwujudnya masyarakat makin terliterasi dan terinklusi keuangan syariah melalui penguatan sinergi dan kolaborasi bersama seluruh pemangku kepentingan. ( */NL )
