
Agussalim, S.Pd, Jayadi, M.Pd dan Instruktur saat uji kompetensi
Bengkulu, hariandialog.co.id – Patut diacungi jempol program Pelatihan Ketrampilan
Kerja (PKK) yang menjadi agenda rutin Yayasan Thamrin Fajar Bengkulu
(YTFB) yang membawahi PKBM Gheghe, setiap tahun meluluskan pencari
kerja yang hanya tamatan SLTA atau tidak kuliah. Pelatihan yang
diberikan merupakan program Kemendikbud Direktorat Jenderal
Pendidikan Vokasi, Bidang Kursus dan Pelatihan. Bidang pelatihan
komputer Perkantoran jenjang 3 KKNI.
Setelah melalui proses pelatihan beberapa bulan lalu, Sabtu (24/9)
puluhan peserta pelatihan mengikuti ujian kompetensi tentang hasil
pelatihan. Ditegaskan Kepala PKBM Gheghe Agussalim, S,Pd didampingi
ketua Yayasan TFB Eti Susiani, pihaknya memberi kesempatan bagi
tamatan SLTA sederajat yang tidak kerja dan tidak kuliah.
Disampaikannya bahwa peserta tersebut mengikuti pelatihan dengan
penuh semangat.
Pihak PKBM selalu memotivasi peserta agar mengikuti pelatihan
dengan optimis, karena pihaknya berniat mulia memberi kesempatan
kepada peserta lulusan SLTA sederajat atau lulusan Paket C yang tidak
kuliah dan tidak bekerja. Pihaknya menyiapkan tempat dan instruktur
yang profesional agar peserta bisa mendapat ketrampilan dan lulus uji
kompetensi untuk mendapatkan sertifikat nasional dan internasional,
sehingga peserta pelatihan bisa berkompetisi dalam dunia kerja dan dunia
usaha.
Lanjut Agussalim, seperti lulusan pelatihan PKK sebelumnya mereka
yang lulus dan mendapat sertifikat akan disalurkan untuk magang di
sejumlah tempat yang menjadi mitra YTFB. Seperti perusahaan Prioritas,
Bank Sinar Mas, Unity, perusahaan ekspedisi JNE, JNT dan Master. Para
peserta akan dimagangkan agar mendapat pengalaman kerja di
perkantoran khususnya dalam mengelola aplikasi komputer perkantoran
selama satu bulan. Agussalim membeberkan bahwa lulusan pelatihan
program PKK PKBM Gheghe banyak yang sudah bekerja ditempat bagus
dan mendapat gaji yang lumayan. “Intinya program PKK yang kami
laksanakan bekerjasama dengan Kemendikbud untuk memberi
ketrampilan agar peserta mendapat pekerjaan yang lebih layak,”
terangnya.
Ditambahkan Hendri, S.Pd salah seorang penguji kompetensi
nasional di provinsi Bengkulu bahwa untuk lulus dan mendapat sertifikat
standar nasional ujiannya sangat berat. Di provinsi Bengkulu hanya 0,5%
yang bisa lulus. Ujian berat agar peserta benar-benar dinyatakan
kompeten dan bisa bersaing ditingkat nasional dan Asia. Bahan ujian
aplikasi perkantoran Office, Microsof, Word, desain grafis dan photoshop.
Disesalkannya banyak peserta yang awam akan komputer dan pengajar
atau instruktur yang belum kompeten dan belum bersertifikat dari
Lembaga Sertifikasi Komputer (LSK) Kemendikbud. Hasanah
