
Majalengka — Suasana hangat penuh kebersamaan terasa dalam kegiatan Halal Bihalal keluarga besar SMP Negeri 1 Maja yang digelar di kediaman Kepala Sekolah, KH Dedi Mulyadi, di Desa Sindangkerta, Kecamatan Maja, Kabupaten Majalengka.Sabtu (28/3)
Acara tersebut dihadiri oleh para guru, Ketua Komite SMPN 1 Maja, H.Jahrudin.SPd. serta tokoh agama setempat, di antaranya KH Abdul Salam, pengasuh Pondok Pesantren Darussalam Cihaur Maja. Kehadiran para tokoh ini semakin menambah khidmat suasana silaturahmi pasca Hari Raya Idulfitri.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan pembukaan, dilanjutkan penampilan hadoroh, serta pembacaan doa yang dipimpin oleh KH Abdul Salam.
Momen tersebut menjadi sarana mempererat ukhuwah sekaligus refleksi spiritual bagi seluruh peserta yang hadir.

Kepala SMPN 1 Maja, KH Dedi Mulyadi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Halal Bihalal merupakan agenda rutin sekolah setiap tahun sebagai sarana mempererat hubungan kekeluargaan.
“Halal Bihalal ini merupakan rutinitas yang selalu kita laksanakan setelah Idulfitri. Momentum ini menjadi ajang untuk saling memaafkan sekaligus mempererat silaturahmi antara guru dan komite sekolah,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut tidak hanya sebatas tradisi, tetapi juga memiliki nilai penting dalam membangun ukhuwah Islamiyah serta memperkuat hubungan antarsesama manusia.
“Melalui Halal Bihalal, kita ingin meningkatkan ukhuwah Islamiyah dan menjalin silaturahmi yang lebih erat, sehingga tercipta kebersamaan dan keharmonisan di lingkungan sekolah,” tambahnya.

Dalam tausiyahnya, Ustadz Uum Abdul Mu’ti, M.Si menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai ketakwaan yang telah dibangun selama bulan Ramadan. Ia mengingatkan bahwa makna “la’allakum tattaqun” bukan sekadar tujuan ibadah puasa, tetapi harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Puasa adalah latihan spiritual. Jangan sampai setelah memasuki bulan Syawal, semangat itu justru hilang. Ketakwaan harus terus dijaga dan diamalkan,” ujarnya.
Ia juga menyinggung teladan para sahabat Nabi, seperti Umar bin Khattab, yang senantiasa menjaga hati dan perilaku dalam menjalankan perintah Allah. Menurutnya, inti dari semua amalan adalah ketaatan kepada Allah SWT yang tercermin dalam sikap dan tindakan sehari-hari.
Ustadz Uum,mengutip dalil dari Al-Qur’an tentang ciri-ciri orang bertakwa, yakni mereka yang gemar bersedekah baik dalam keadaan lapang maupun sempit, mampu menahan amarah, serta mudah memaafkan kesalahan orang lain.
Ia menjelaskan,
jika seseorang ingin menambah rezeki, maka kuncinya adalah memperbanyak kebaikan, termasuk berbagi dan memperlakukan keluarga terutama kepada istri dengan baik.
“Rezeki itu tidak hanya soal materi, tetapi juga keberkahan. Salah satu jalannya adalah dengan memperbaiki sikap dalam keluarga dan memperbanyak amal kebaikan,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya mengendalikan emosi. Menurutnya, orang yang mampu menahan amarah adalah bagian dari golongan yang dicintai Allah SWT.
Dalam konteks dunia pendidikan, Ustadz Uum juga mengingatkan para guru untuk bersikap bijak dalam mendidik. Ia menegaskan bahwa sikap keras atau mudah marah kepada murid perlu menjadi bahan introspeksi diri.
“Kalau masih ada guru yang galak kepada murid, itu tanda ketakwaannya perlu ditingkatkan.
Guru harus menjadi teladan dalam kesabaran dan kasih sayang,” tegasnya.Selain itu, ia juga mengajak seluruh hadirin untuk saling memaafkan dan menjaga hubungan baik dengan sesama manusia. Sikap pemaaf, menurutnya, merupakan salah satu akhlak mulia yang sangat dianjurkan dalam Islam.
Mengakhiri tausiyah, ia mengutip bahwa Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan (muhsinin), yaitu mereka yang mampu menahan amarah, memaafkan, dan senantiasa berbuat baik kepada sesama.
Kegiatan ini pun menjadi momentum refleksi bagi seluruh keluarga besar SMP Negeri 1 Maja untuk terus meningkatkan kualitas iman, akhlak, serta mempererat kebersamaan di lingkungan pendidikan.(Ayub)
