Bandung, hariandialog.co.id.- Sebanyak 600 Aparatur Sipil Negara
terlibat judi online. Kasus ini menjadi sorotan nasional karena
melibatkan jumlah ASN yang signifikan dan berdampak pada integritas
institusi pemerintahan.
Investigasi terhadap keterlibatan ASN dalam perjudian
online dimulai ketika laporan dari masyarakat dan media massa mulai
mencuat.
Kemendagri bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan
Informatika (Kominfo) serta Kepolisian Republik Indonesia (Polri)
untuk mengumpulkan data dan melakukan penyelidikan mendalam.”Kita
lihat bahwa staf-staf kita di usia muda, pengen mendapatkan rejeki
yang cepat, padahal dia tidak tahu yang dilawan itu komputer. Namanya
juga lawan komputer ga akan menang,” ungkap Inspektur Jenderal
Kemendagri, Komjen Pol Tomsi Tohir pada kegiatan Rapat Koordinasi
Forum Inspektur Daerah Seluruh Indonesia (FIDSI) Tahun 2024 bertema
“Penerapan Manajemen Risiko dalam Pencapaian Indikator Makro
Pembangunan Daerah”, di Gedung Sate, Kota Bandung, Senin malam
(29/7/2024) tulis we.
Tomsi juga mengingatkan pengawasan dilakukan pada aktivitas
lainnya. Terlebih, banyak kejadian-kejadian di lingkungan yang menjadi
tren yang harus diawasi. “Upaya-upaya pencegahan harus kita lihat
apa tren yang terjadi,” tegasnya.
Oleh karena itu, ia mengimbau agar para para Inspektur
harus terus mengasah diri mengasah diri, pasalnya banyak hal-hal baru.
“Tentunya sebagai pembina maupun pengawas, sebagai evaluator kita
harus lebih dahulu menguasai,” ujarnya. (pitta).
