Pontianak, hariandialog.co.id.- Penerbangan dari Pontianak dan ke kota-kota lain belum normal akibat asap yang mengganggu jarak pandang pilot maupun copilot maskapai. Sehingga banyak yang di delay atau bahkan di cansel oleh Perusahaan penerbangan.
Tobing, yang seharusnya berangkat dengan pesawat Batik Air tujuan Jakarta 09.40 harus di delay hingga pukul 11.30 baru boarding. “Maaf alas an cuaca jadi penerbangan Batik Air di delay sampai ada pengumuman berikutnya. Kami dari Batik Air menyampaikan permohonan maaf,” dan hanya itu, sebut tobing.
Seperti biasanya Perusahaan penerbangan tidak ada memberi konvensasi atas keterlambatan pemberangkatan penumpang dengan alasan, bencana dan bukan datangnya dari Perusahaan penerbangan. “Jadi kalau karena bencana baik itu asap, maupun debu gunung anak Krakatau tidak ada pemberian apapun dari Perusahaan penerbangan,” cerita tobing.
Terganggunya panerbangan ke Pontianak dan sebaliknya ke kota -kota lain bukan karena Karhutla di seputaran Pontianak tapi bahkan kiriman angin dari tetangga sebelah yaitu Kalimantan Selatan, Pelangkaraya. “Kalau di Pontianan dan sekitarnya sudah tidak ada asap lagi. Tapi kiriman dari Pelangkaraya. Tentu akan berdampak ke penerbangan karena pesawat dari Jakarta atau daerah lain yang masuk ke Pontianak dan itulah yang akan berangkat. Kalau pesawat tidak ada yang berani ke Pontianak otomatis penumpang yang di Pontianak tidak akan berangkat,” jelas salah seorang petugas keamanan di Bandara Supadio, Pontianak.
Terkait rasa air berubah jadi asin dan payau, disebutkan karena dampak kemarau Panjang. Sehingga air PDAM Pontianak dan sekitarnya tercemar air laut. “Biasa kalau musim kemarau panjang demikian, air semuanya pasti asin. Jadi kita warga di Pontianak dan sekitarnya sudah maklum,” kata salah seorang petugas Hotel Mercure Pontianak.
Begitu juga tobing yang mau sholat zuhur di bandara Supadio, Pontianak, juga merasakan asinnya air wuduk. Bukan hanya air yang buat wuduk asin tapi juga semuanya termasuk di toilet. “Air juga berdampak menjadi asin atau kurang nyaman bila musim kemarau. Dan kita warga local sudah maklum,” kata petugas cleaning service di bandara. (tob).
